SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Selama kurun waktu hanya 2 bulan ini, sebanyak 5534 pengendara melakukan pelanggaran Lalu lintas.
Angka ini cukup tinggi, mengingat pada tahun 2016 kemarin, total pelanggaran Lalin hanya 6630.
Dari jumlah itu, 4398 pelanggaran di tahun 2016 di dominasi pelajar SMP.
Sedangkan pelanggaran dua bulan ini, 2232 kasus didominasi pelajar SMA.
Data ini disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombespol M.Anwar Nasir, pada acara Save out Student, di Delta Graha Lt.3 Gedung Pemkab Sidoarjo, Senin (13/3/2017).
“Peningkatan pelanggaran Lalin ini, harus kita rubah dengan tindakan tegas dan butuh kerja sama seluruh pihak,” jelas Kapolresta.
Masih menurut Kapolresta, upaya yang bisa dilakukan untuk menekan angka pelanggaran itu, dengan menghilangkan tempat parkir sepeda motor di sekolah.
“Jika sudah tidak ada parkir motor disekolah, maka para siswa akan memilih menggunakan angkutan umum,” jelas Kapolresta.
Tidak hanya menghilangkan lokasi parkir sekolah, tempat parkir umum yang berada di sekitar lingkungan sekolah, juga diberikan peringatan.
Peringatan ini, agar pihak pengelolah parkir, tidak bersedia menerima parkir anak anak sekolah.
“Kita akan kirim surat kepada instansi terkait, agar memberikan teguran bagi parkir umum disekitar sekolah yang tetap menerima parkir motor anak sekolah,” jelas Kapolresta.
Sementara iru Wakil Bupati Sidoarjo H.Nur Ahmad Syaifuddin, menyambut baik program keamanan berlalu lintas siswa sekolah yang digagas Polresta Sidoarjo ini.
Wabup berharap, ada sinergitas antara Polresta Sidoarjo dengan pihak sekolah dan Pemkab, agar bisa merubah budaya membawa motor bagi anak sekolah ini.
“Kita akan sosialisasikan dari hulu ke hilir, semua pihak harus sadar akan keselamatan anak anak kita,” ungkap Wabup. (Abidin)1













