SIDOARJO (KABARSIDOARJO.COM) Pemerintah Desa (Pemdes) Simoketawang Kecamatan Wonoayu Sidoarjo membuat program satu rumah satu pohon Kelengkeng. Pagi tadi, 500 bibit pohon Kelengkeng dibagikan secara gratis oleh Pemdes Simoketawang ke warganya. Penyerahan bibit Kelengkeng dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati H. Subandi SH di Rumah UMKM yang juga menjadi salah satu BUMDes Simoketawang, Rabu, (9/2/2022).
Wabup H. Subandi mengapresiasi apa yang dilakukan Pemdes Simoketawang. Diharapkan ada kemandirian desa dengan BUMDes yang dimilikinya. Pasalnya BUMDes yang ada akan meningkatkan PAD desa. Selain itu juga akan membangkitkan perekonomian warga disaat pandemi Covid-19 dan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu dirinya meminta apa yang dilakukan Desa Simoketawang dapat dicontoh desa lainnya.
“Kita harapkan semua teman-teman kepala desa punya inovasi, terkait BUMDes, kita akan gerakkan seluruh BUMDes yang ada, ini penting bagi kemandirian desa,” katanya.
Kepala Desa Simoketawang Moh. Zainudin Elyas mengatakan awal mula menanam kelengkeng untuk menambah penghasilan perangkat desa dan dirinya. Itu mulai dilakukan di tahun 2018. Pada awalnya menanam kelengkeng di Tanah Kas Desa/TKD menjadi bahan tertawaan.
Namun itu tidak membuatnya patah semangat. Dan kini hasilnya berubah menjadi usaha yang dapat menambah PAD desa dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui wisata kampung kelengkeng.
“Program satu rumah satu pohon kelengkeng merupakan kelanjutan dari pencanangan wisata kampung kelengkeng, kami sudah menyiapkan 500 pohon, perumah akan kami berikan satu bibit. Tidak hanya kami berikan tetapi ada satu perjanjian jika tidak bisa merawat kami tidak akan berikan bibit karena pohon ini kami belanjakan dengan anggaran desa kami,”terangnya.
Dirinya juga mengakui kalau sempat bingung dengan perawatan pohon kelengkeng yang ditanamnya dilahan seluas 1,1 hektar tersebut. Namun dirinya bersyukur bertemu dengan petani buah kelengkeng asli orang Sidoarjo namun ilmunya sudah taraf nasional.
“Alhamdulilah kami bertemu dengan Mas Yulianto yang hari ini sudah menanam 1 hektar di wilayah Tulangan, beliaunya adalah adminnya kelengkeng nusantara yang orang Sidoarjo, tiga Minggu lalu mas Yulianto diundang Kapolres Timika untuk memberikan pembelajaran kepada petani Timika bagaimana menanam kelengkeng disana,”ujarnya.
Kedepan Moh. Zainudin berharap masyarakat desanya terus belajar bertani. Dirinya ingin desa yang dipimpinnya tetap menjadi desa agraris. Bukan menjadi desa industri atau pergudangan maupun perumahan.“Biar Desa Simoketawang ini menjadi ruh desa agraris tetapi saya berharap masyarakat belajar bertani mulai hari ini,” pungkasnya. (AIM/RJ/RED)