SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pasca tenggelamnya perahu tambang di sungai Brantas kawasan penghubung Wringin Anom- Balongbendo yang menewaskan beberapa penumpang , Komisi C DPRD Sidoarjo terus menagih komitmen pembangunan jembatan penghubung dari Propinsi maupun pemerintah pusat.

Salah satunya yang dilakukan komisi C, dengan melakukan konsultasi ke Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) di Wiyung Surabaya, Rabu ( 7/6/2017).
“Kita ingin mengetahui, sejauh mana progress rencana pembangunan jembatan penghubung ini. Karena Pak Wagub sendiri sudah memberikan lampu hijau untuk pembangunannya,” jelas Ketua komisi C DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih.
Masih menurut Abdillah Nasih, dari hasil konsultasi itu, pihak BBWS pada prinsipnya tidak keberatan jika ada pembangunan jembatan diatas sungai berantas.
Bahkan progress terbaru dari rencana ini, sudah ada empat titik yang disurvey, sebagai lokasi pembangunan jembatan itu.
“Dari empat titik lokasi, sudah mengerucut ke satu titik lokasi pembangan yakni di kawasan pasar Surungan Balongbendo,” jelas Nasih.
Rombongan komisi C yang melakukan konsultasi diantaranya Abdillah Nasih (PKB), Achmad Amir Aslichin (PKB), Widagdo (Gerindra), dan Juanasari (Demokrat).
Untuk tindak lanjut dari hasil konsultasi ini, komisi C akan memanggil dinas terkait, untuk mengetahui tekhnis pembangun jembatan penghubung itu.
Sementara itu Yudi Iswanto selaku Sie rekomendasi tehknis BBWS menegaskan, pihaknya secara prinsip memberikan ijin penggunaan sungai Brantas untuk pembangunan jembatan itu, karena untuk kepentingan masyarakat.
Namun sesuai dengan kesepakatan, leading sektor tekhnis pembangunan diserahkan kepada Dinas Perhubungan.
“Kita (BBWS) bersama BPJN IV, Dinas PUPR Sidoarjo, gresik dan PUPR Propinsi sebagai anggota,” terang Yudi. (Abidin)