GEDANGAN (kabarsidoarjo.com)- Tidak menunggu menang dulu di Pilkada 2020 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Program penuntasan gizi buruk bagi bayi dan balita di Sidoarjo, melalui kegiatan pemberian bandeng dan sayur gratis sudah digebyar oleh Paslon BHS-Taufiq beberapa hari ini.
Sedikitnya 10 ton bandeng, diberikan cuma-cuma kepada masyarakat Sidoarjo di 18 kecamatan.
Dengan sarana mobil pick up, ambulance yang dimodifikasi, bagi-bagi bandeng dan sayur gratis ini, mendapat respon luar biasa dari masyarakat Sidoarjo.
“Alhamdulilah, program perbaikan gizi benar-benar dilaksanakan bahkan sebelum BHS-Taufiq terpilih. Benar-benar terbukti tanpa banyak bicara,” tutur Rizal warga
Sawotratap yang mendapat bandeng gratis.
Agenda pemberian bandeng gratis yang dilakukan pada Minggu (29/11/2020), menyasar masyarakat Kecamatan Gedangan dan Buduran.
Sehari sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan di Kecamatan Sedati dan Candi.
Kecukupan gizi bagi bayi dan balita, memang menjadi program pro rakyat yang terus disampaikan Bawabup Taufiqulbar.
Cawabup Taufiqulbar menyatakan, makan ikan dan nantinya juga minum susu gratis sekali dalam seminggu itu, akan dijalankan oleh Paslon BHS-Taufiq dalam upaya memenuhi kecukupan gizi bagi Balita dan anak-anak di Sidoarjo.
“Angka gizi buruk di Sidoarjo ini paling tinggi jika dibanding daerah lain di Jawa Timur. Karenanya, kita sudah fikirkan hal itu, dengan menyiapkan program kecukupan gizi pada anak-anak,” ujar Taufiqulbar.
Masih menurut adik kyia sepuh Jatim KH Khusein Ilyas ini, dengan meningkatnya angka kesehatan bagi anak-anak Sidoarjo ini, maka secara otomatis SDM akan juga meningkat.
“Dengan kwalitas SDM yang meningkat, maka kesejahteraan masyarakat juga akan bisa meningkat,” ujar Taufiq.
Tidak hanya persoalan kecukupan gizi yang akan digalakkan oleh Paslon BHS-Taufiq, progam memperkuat akhlaq anak didik dengan memperbanyak sekolah berbasis agama seperti MI,MTs hingga MA, akan juga diterapkan nantinya.
Ini sangat penting menurut Taufiqulbar, karena Sidoarjo merupakan Kabupaten Santri.
“Disebut Kota atau Kabupaten Santri, mestinya sekolah berbasis agama jumlahnya banyak. Dan ini akan wujudkan nantinya,” ungkap Taufiq.(Abidin)