SIDOARJO (KABARSIDOARJO.COM) Tujuh warga di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo diketahui terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Warga was-was DBD ini akan menyebar ke warga lainnya.
Kepala Desa Dukuh Tengah H Cusnul Arofiq mengatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian itu ke puskesmas setempat. Dikatakan pihak Pemkab Sidoarjo sudah melakukan fogging namun hanya radius 50 meter dari rumah korban terjangkit DBD.

“Kurang menyeluruh, hanya beberapa rumah saja. Jadi saya mengadukan ini ke Pak Bambang Haryo Soekartono. Alhamdulillah hari ini (Senin,22/2/2022) Pak Bambang Haryo datang bersama tim BHS Peduli melakukan penyemprotan fogging. Semua rumah warga dan perumahan difogging semua tanpa terkecuali,” kata Kades Dukuh Tengah, H Cusnul Arofiq.
Pihaknya atas nama Pemdes Dukuh Tengah mengucapkan terimakasih kepada BHS dan BHS peduli atas sikap kepedulian terhadap warganya. “Sebelumnya ada tujuh warga yang terdampak DBD.Semoga dengan adanya sentuhan (fogging,Red) dari Pak BHS ini tidak ada lagi kasus DBD,” terangnya.
Sementara itu, anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono mengatakan kegiatan fogging dilakukan sebagai upaya gerak cepat untuk mengantisipasi penyebarannya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sidoarjo. Fogging ini dilakukan sebagai rasa kepedulian untuk turut menekan angka DBD di Sidoarjo yang kondisinya masih parah dan banyak anak-anak yang menjadi korban DBD.

“Sekali lagi saya tekankan bahwa kasus DBD di Sidoarjo ini sudah darurat. Banyak sekali anak-anak yang jadi korban, tugas dari pemerintah ini segera mendesak puskesmasnya untuk bergerak, terutama di wilayah wilayah demam berdarah,” kata Ir H Bambang Haryo Soekartono.
Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jatim ini menyebutkan, kasus DBD harus menjadi perhatian serius Pemkab Sidoarjo. Jangan sampai kondisi yang menyangkut kesehatan ini terabaikan dan menyebabkan nyawa melayang.
”Keselamatan jiwa masyarakat harus dilindungi. Pemkab harus serius dalam penanganannya,” tegasnya.
Anggota DPR RI periode 2014-2019 ini menambakan DBD harusnya menjadi permasalahan serius karena Sidoarjo masih menjadi salah satu Kabupaten di Propinsi Jawa Timur dengan angka pasien DBD tertinggi. Jangan sampai warga Sidoarjo was-was dan merasa tidak aman tinggal di Sidoarjo karena adanya kasus DBD tersebut.
Sementara itu, Sekretaris DPC Gerindra Sidoarjo, Muhammad Sujayadi mengatakan pihaknya berterima kasih kepada BHS dan Tim BHS peduli atas upaya gerak cepat untuk antisipasi DBD. Dikatakan, pihaknya mendapatkan laporan warga Desa karena ada warga yang terjangkit DBD.
“Kebetulan saya juga warga sini akhirnya atas pengaduan ini saya sampaikan ke Pak BHS. Dan alhamdulllah hari ini beliau hadir melaksanakan fogging,” katanya.
Dari pantauan di lokasi, BHS bersama Kades Dukuh Tengah turut memantau jalannya fogging. Hal ini dilakuka untuk memastikan area yang rawan ditempati nyamuk penyebab DBD benar-benar sudah di fogging.(KS1/RED)