Sidoarjo, (kabarsidoarjo.com) – SMK Islam Krembung telah lakukan kerjasama. Dengan dua perusahaan sekaligus. Kerjasama ini dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).
Tak main-main, dua perusahaan yang telah diajak MoU itu adalah, Astra Honda Motor dan PT. Telkom.
MoU bersama AHM dalam hal kurikulum teknik dan bisnis sepeda motor. Sedangkan, bersama Telkom, akan menciptakan laboratorium fiber optik Telkom, teknik komputer, serta jaringan ini akan dilakukan di gedung praktek SMK. Di gedung yang baru dibangun. Juga baru diresmikan pemanfaatnya, langsung oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali.
“Kami apresiasi kerjasama ini. Diharapkan dapat dilanjutkan dengan kerjasama penempatan kerja,” kata Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati Sidoarjo ini. Memurut dia, jika lulusan SMK memiliki andil dalam menekan angka pengangguran terbuka.
“Lulusan SMK harus terus mengasah kemampuannya. Juga memiliki soft skill. Dengan modal ini harus optimis, bahwa kemampuan siswa SMK akan semakin mumpuni menghadapi dunia kerja yang penuh persaingan ini,” tuturnya.
Gus Muhdlor juga meminta, lulusan SMK saat ini dapat memiliki daya saing dan daya juang yang kuat. Untuk memasuki dunia kerja. Termasuk mentalnya juga disiapkan, harus mulai dibangun mulai saat ini.
“Saya yakin prospek SMK cukup besar dalam menurunkan angka pengangguran. Tinggal daya saing dan daya juang siswa yang perlu ditingkatkan. Secara kualitas saya yakin mereka mumpuni, mereka mampu, tinggal struggling nya, kekuatan untuk berjuangnya saja,” ujarnya.
Disamping itu, sejumlah program-program pemerintah akan siap memfasilitasi para lulusan siap kerja. Yang dicetak SMK. Salah satunya ada program Bursa Kerja Khusus (BKK) yang menjadi wadah bagi lulusan SMK. Selain itu ada program 100 ribu lapangan kerja baru. Ini yang menjadi salah satu program prioritasnya.
Pemkab Sidoarjo, lanjut dia, akan terus melakukan invetarisir perusahaan besar. Agar memprioritaskan tenaga kerja warga Sidoarjo. Harus ada 60 persen lebih tenaga kerja yang ber KTP Sidoarjo masuk dalam satu perusahaan besar.
“Mestinya bisa 60 persen ke atas. Kita ingin cek tiga bulan lagi. Memastikan ke perusahaan agar minimal bisa 60 persen ke atas,” katanya. (Eko Setyawan)