SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)– Petugas keagamaan wanita alias Moden Wanita (Monita) se Sidoarjo, Kamis (15/7/2010) mendapat pelatihan merawat (pemulasaran) jenazah di ruang Delta Praja Pemkab Sidoarjo.
Tak main-main, pelatihan untuk 353 monita itu difokuskan pada jenazah yang terjangkiti penyakit menular. Diantaranya, terjangkiti penyakit HIV/AIDS, hepatitis B, kolera maupun penyakit sejenisnya.

Kabag Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Drs. Ilhammudin didampingi Kasubag Sosial Widodo Edi Trijatno mengatakan, pelatihan merawat jenazah berpenyakit menular ini untuk memberikan bekal kepada para monita, kalau mereka bertemu dengan persoalan tersebut.
“Pelatihan ini baru pertama kali kita adakan,” kata Ilhammudin.
Masih menurut Ilhammudin, pelatihan yang dilaksanakan sejak Rabu kemarin ini, merupakan agenda lanjutan dan peserta yang mengikuti pun dibagi dua gelombang.
Untuk hari pertama diikuti oleh monita yang ada di delapan kecamatan, sedang sisanya, sebanyak sepuluh kecamatan diikutkan pada Kamis.
“Kami menilai, kalau diadakan sehari takut materinya tidak banyak yang memahami, pertimbangannya karena banyaknya peserta,” ujar Ilhammudin.
Lebih lanjut ia menjelaskan, soal pedoman perawatan yang perlu diperhatikan adalah hal penanganan di luar maupun di dalam kamar jenazah.
Sebab, persoalan tersebut sangat terkait dengan teknik dan etika kesehatan, norma maupun kaidah keagamaan.
“Salah satunya misalnya adalah soal mencium jenazah sebagai bagian dari upacara penguburan,” ungkapnya.(Abidin)












