CANDI (kabarsidoarjo.com)- Pasangan Calon Bupati (Cabup)-Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sidoarjo, Yuniwati Teryana, MBA dan H. Sarto, ST MH (Yuni-Sarto YS), menghadiri pembukaan acara Budaya Nyadran dengan balap perahu di Sungai Balongdowo, Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Rabu (14/7/2010).

Di lokasi nyadran, Yuniwati menegaskan pentingnya menjaga budaya yang sudah ada sejak turun temurun.
“Eksistensi Sidoarjo, salah satunya bisa dilihat dari bagaimana menjaga kekayaan budaya yang telah turun-temurun diwariskan kepada kita. Budaya nyadran ini adalah salah satu upaya menjaga kekayaan budaya yang ada di Sidoarjo,” kata Yuni dalam sambutannya di hadapan 200 orang yang hadir dalam pembukaan acara nyadran tersebut.
Menurut Yuni, nyadran yang dilakukan oleh warga Desa Balongdowo patut diapresiasi.
“Acara seperti ini patut kiranya menjadi agenda tahunan resmi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” ungkap cabup nomor urut 1 ini.
Selain itu, Yuni juga meminta doa dan dukungan terkait pencalonannya sebagai salah satu pasangan cabup-cawabup yang akan bertarung pada Pemilukada 25 Juli mendatang.
“Kepada Bapak, Ibu dan saudara semua kami pasangan Yuni-Sarto mohon doa dan dukungannya. Jangan salah pilih nomor?,” kata Yuni. “Satu,” jawab warga serempak.
Sementara itu, Kepala Desa Balongdowo Suparlan menyatakan bahwa perayaan nyadran seperti ini. merupakan agenda tahunan yang telah berlangsung turun temurun.
Kegiatan nyadran tersebut, kata Suparlan bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas limpahan rezeki selama ini.
“Nelayan pencari kupang di Desa Balondowo selama ini mendapat hasil yang melimpah,” ujarnya.
Suparlan juga menyatakan bahwa terdapat rangkaian acara untuk memeriahkan ritual nyadran ini, antara lain lomba balap perahu, lomba perahu hias, menangkap ikan bandeng dan melarung tumpeng ke tengah laut.
Kedatangan Pasangan Yuni-Sarto juga mendapat sambutan positif dari warga.
Salah satunya adalah Subadri (50), warga Desa Balongdowo, Kecamatan Candi.
Menurutnya kedatangan pasangan nomor urut 1 tersebut menandakan bahwa keduanya adalah sosok calon pemimpin yang merakyat.
“Kedatangan Bu Yuni dan Pak Sarto merupakan bentuk perhatian mereka terhadap budaya masyarakat Sidoarjo,” kata nelayan kupang itu. (Abidin)











