TAMAN (kabarsidoarjo.com)- Selepas diresmikan menteri kordinator bdang perekonomian Hatta Rajasah Sabtu (17/7/2010) kemarin, pasar Induk terbesar se Indonesia PIA Puspa Agro, semakin ramai dikunjungi masyarakat.
Ratusan transaksi penjualan baik secara eceran maupun grosir, semakin banyak dirasakan para pedagang di pasar ini.

Salah satunya yang dialami Abdul Ghofar pedagang tomat grosir dari Wajak Kabupaten Malang.
Menurut Ghofar, dagangan stok tomatnya sebanyak 10 kotak yang disediakan, habis terjual kurang dari waktu sehari.
Tidak hanya itu, laba yang diperoleh dalam penjualan tomatnya, relatif lumayan untuk
“Prospeknya cukup lumayan, saya baru saja ambil tomat sebanyak 10 kotak dari malang, sekarang sudah mulai habis,” terangnya.
Cepatnya penjualan hasil kebun di pasar puspa ini memang salah satunya dari harga yang relative lebih murah dari harga di pasar tradisional.
.Untuk tomat super per kg nya Rp 4000 hingga Rp 4500, Buncis seharga Rp 3000-3500/ kg.
Pasar tahap I yang diperuntukkan bagi pedagang kecil hingga grosir tersebut memiliki 1.045 lapak yang 30 persen di antaranya diisi para petani dari 22 kabupaten di Jatim.
Sementara itu, tahap II yang dijadwalkan beroperasi Desember 2010 nanti, tersedia 4.000 lapak plus fasilitas cold storage, chiller, balai lelang, serta laboratorium uji kelayakan pangan.
Direktur PT Jatim Graha Utama, pengelola PIA Puspa Agro, Erlangga Satriagung menjelaskan, PIA Puspa Agro juga berfungsi mendidik dan melatih pelajar dan petani mengenai eknologi pertanian.
Selain itu, pasar induk ini juga akan dikembangkan menjadi wisata agro. (Abidin)











