SUKODONO (kabarsidoarjo.com)- Tuntutan penutupan pabrik pupuk organik yang dilakukan warga Dusun Sumontoro, Desa Plumbunan, Kecamatan Sukodono ini, ternyata bukan tanpa sebab.
Pasalnya, warga yang rumahnya berdekatan dengan pabrik pupuk itu, merasa tidak kuat menahan bau busuk yang dipakai bahan baku utama pupuk yakni blothong (limbah tebu).

Beberapa warga mengaku debu dari blothong kering yang diayak, juga kerap mengganggu pernapasan, bahkan sumber air sumur yang dipakai warga untuk kebutuhan masak dan minum turut berbau.
“Selain itu, warga juga mengeluhkan hilir mudik truk pengangkut blothong yang melintas di jalan desa terutama di lingkungan RT 12, 11, 10, 9, 8 dan 7.ada beberapa bagian jalan yang rusak. ” tutur Masruri, korlap aksi yang ditemui di lokasi.
Masih menurut Masruri, Selama berdiri, warga sudah mengeluhkan bau akibat penumpukan blothong.
Namun warga tidak bertindak karena masih merasa sungkan dengan H Abdi Manaf karena dianggap sebagai tokoh masyarakat.
”Ini merupakan puncak dari kemarahan warga sehingga warga bergerak ke lokasi untuk menutup keberadaan pabrik. Tidak ada tawaran lagi, pabrik harus ditutup,” katanya.
Ketua RT 12, Bambang P, menjelaskan demo menutup pabrik pupuk organik tidak hanya dilakukan warga RT 12 saja.
Namun warga dari RT 7, 8, 9, 10 dan 11 juga ikut demo karena turut terkena dampaknya.
”Debu yang beterbangan dan bau sangat mengganggu baik pengguna jalan yang lewat dan warga sekitar. Kalau dibiarkan, pernapasan warga bisa terganggu,” ungkapnya.(Abidin)













