JUANDA (kabarsidoarjo.com)- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 hijriah, pengetatan pengamanan guna mempersempit gerak-gerik calo yang sangat merugikan penumpang, juga dilakukan.
Delapan calo tiket di bandara juanda ditangkap oleh petugas pengamanan yang berpatroli, para calo ini ditangkap petugas karena menjual tiket dengan harga yang tidak wajar.

Calo-calo yang berkeliaran di bandara juanda tersebut, memanfaatkan melonjaknya jumlah penumpang untuk memainkan harga di luar kewajaran.
Selain itu petugas keamanan bandara mengamanankan 5 sopir taxi gelap, mereka mencari penumpang di lingkungan bandara tanpa mengantongi ijin dari pengelola bandara juanda Surabaya.
Para calo dan sopir taxi gelap tersebut akan diperiksa petugas dan apabila terbukti melakukan tindakan yang merugikan masyarakat akan di serahkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti
“Sejak Hari-7 kemarin, pengamanan bandara juanda sudah diperketat, dengan menurunkan petugas dari komando pasukan katak (KOPASKA), pangkalan udara TNI angkatan laut (LANUDAL) serta Polisi Militer TNI angkatan laut dan sejumlah anjing pelacak juga diturunkan untuk membantu petugas pengamanan yang berjaga, ujar Pujiono, manajer sekuriti bandara Juanda.
Pada saat menjelang lebaran, jumlah personel pengamanan di bandara juanda juga diperketat.
Apabila di hari biasa hanya 18 petugas pengamanan dikerahkan namun saat menjelang hari raya jumlahnya ditingkatkan dua kali lipat.
“Selain dilengkapi senjata lengkap, petugas pengaman di bandara juanda ini juga lebih banyak berkeliling di pintu keberangkatan dan kedatangan penumpang, “ tegas Pujiono. (Arip)












