PORONG (kabarsidoarjo.com)- Semburan lumpur bercampur gas metan dengan kadar lebih dari 10 persen muncul di Desa Besuki Timur Kecamatan Jabon Sidoarjo, atau sekitar 700 meter timur titik pusat semburan lumpur lapindo.
Semburan baru ini mengancam wilayah pemukiman di Desa Besuki Timur, karena hanya berjarak sekitar 200 meter.

Perubahan fenomena alam di sekitar lokasi bencana lumpur lapindo di Porong Sidoarjo terus terjadi hingga kini, semburan lumpur bercampur material pasir dan gas metan dengan kadar gas tinggi.
“Akibat besarnya tekanan dan material pasir yang keluar dari bawah permukaan tanah bersama semburan lumpur, akibatnya tanah di sekitar titik semburan baru ini longsor dan membentuk kubangan dengan diameter 6 meter, “ ujar Ahmad Zulkarnaen, humas BPLS.
Berdasarkan pemantauan badan penanganan lumpur sidoarjo (BPLS) kadar gas metan yang keluar disekitar titik semburan baru ini mencapai 14 persen atau diatas kadar normal.
Menurut BPLS, semburan baru yang baru pertama kalinya muncul di timur pusat semburan lumpur lapindo ini, terjadi akibat adanya patahan tanah sebagai dampak dari terus keluarnya material lumpur di titik semburan lumpur lapindo di Desa Siring Porong.
“BPLS belum bisa memastikan apakah semburan lumpur baru dan gas metan ini akan menyebar ke wilayah pemukiman, karena dipengaruhi oleh faktor alam yang sulit diprediksi, “ ujarnya.
Untuk memantau kondisi semburan baru yang terletak hanya sekitar 200 meter dari desa besuki timur ini, sejumlah petugas dari TNI dan Polisi serta BPLS, kini siaga di sekitar lokasi semburan. (Arip)












