JABON (kabarsidoarjo.com)- Meski semburan gas metan muncul di komplek sekolah SDN Pejarakan Jabon Sidoarjo, namun proses belajar mengajarnya dilanjutkan seadanya.
Para siswa ini terpaksa belajar di ruang musholla, karena ruang kela mereka sudah tidak layak pakai akibat bau gas metan menyengat, yang muncul disela-sela lantai ruang kelas dan ruang kamar mandi siswa.
Semburan gas metan dari bawah permukaan tanah ini, muncul menyebar diarea sekolah yang ditandai dengan gelembung air dan gas yang muncul diatas permukaan tanah dan lantai bangunan.
Meski demikian, pihak sekolah hingga saat ini belum berupaya melakukan evakuasi terhadap ratusan siswa.
“Hingga kini, kita masih tetap melakukan aktifitas belajar mengajar dengan kondisi sekali waktu menghirup bau menyengat dari gas metan yang menyembur dari bawah tanah dan lantai bangunan, “ ujar Misbaqus Sobir, salah satu guru, Rabu (29/09/2010).
Hingga kini Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) sendiri belum mengambil tindakan apapun terkait semburan gas metan yang mengganggu dan mengancam siswa dan guru.
“Semburan gas metan yang keluar di area sekolah SDN Pejarakan ini murni akibat patahan tanah dampak semburan lumpur lapindo yang terjadi disekitar area sekolah, “ tegas Ahmad Zulkarnain Humas BPLS . (Arip)












