SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Banyaknya genangan air yang membuat beberapa wilayah di Sidoarjo banjir beberapa hari lalu, ternyata salah satunya disebabkan banyaknya bangunan di kanal Buntung yang melanggar sempadan sungai.
Hal ini sesuai dengan data dinas PU Pengairan Pemkab Sidoarjo, yang menyebutkan sekitar 1.500 bangunan di sempadan sungai, disinyalir melanggar dan menyebabkan kanal sungai menyempit.

“Memang banyak bangunan tidak ber IMB, itu yang menyebabkan kanal Buntung overload. Bangunan itu berdiri di sepanjang bibir kanal dan membuat luas sungai kanal mengecil,” ucap Plt Kepala Dinas PU Pengairan, Sunarti Setyaningsih.
Menurutnya, bangunan yang melanggar sempadan sungai itu bervariasi.
Mulia dari rumah warga hingga pabrik-pabrik yang berdiri di kanal Buntung sepanjang 35 km, mulai dari Penambangan, Balongbendo hingga Segoro Tambak, Tambak Oso Waru.
“Akibat penyempitan kanal itu, ketika curah hujan tinggi mengguyur Sidoarjo, aliran air tidak maksimal atau mengalir mencari dataran yang lebih rendah, atau air meluber melalui tanggul,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, PU Pengairan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan SKPD Pemkab Sidoarjo terkait, dan akan melakukan pengerukan di sepanjang daerah aliran sungai.
“Kita akan melakukan pengerukan namun tidak terlalu dalam, karena Sidoarjo itu daerahnya flat, jadi kalau dikeruk nanti terlalu dalam nanti air laut bisa masuk, mending disesuaikan dengan volume air,” jelasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, banjir yang melanda beberapa kawasan di Sidoarjo dalam tiga hari terakhir, membuat wilayah tersebut kebanjiran.
Bahkan di Krian tepatnya di Desa Sidorejo terendam air hingga 70 cm, sampai satu meter.(Abidin)













