PORONG (kabarsidoarjo.com)- Penanggulan terhadap tiga desa terdampak lumpur lapindo di Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, mulai dilakukan BPLS (badan penanggulangan lumpur sidoarjo).
Tanggul dibangun dari Desa Pajarakan mengarah ke timur menuju Desa Kedungcangkring, lalu Desa Besuki.

Rencananya, tanggul akan dibangun setinggi 11 meter, dengan luas area lebih dari 40 hektar.
“Penanggulan akan dilakukan bertahap, rencana awal, tanggul akan dibangun mengelilingi tiga desa, “ ujar Humas BPLS Ahmad Khusairi..
Penanggulan ini mulai dilakukan badan penanggulangan lumpur Sidoarjo, sekitar dua minggu lalu.
Tahap awal penanggulan adalah membuat tapak tanggul dengan menggunakan sejumlah back-hoe dan buldoser.
“Tapak tanggul perlu dikuatkan karena tanah di Desa Pajarakan sebagian sudah menjadi rawa-rawa, “ katanya.
Setelah tapak tanggul, baru dilakukan pengerjaan penanggulan dengan tinggi maksimal 11 meter diatas permukaan laut.
“Meski pengerjaan sudah dimulai, BPLS tidak bisa memastikan kapan proses penaggulan akan selesai, sebab biaya penanggulan disesuaikan dengan anggaran yang diterima BPLS, “ imbuhnya.
Tiga desa yakni Besuki, Pajarakan dan Kedungcangkring, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, akan ditenggelamkan BPLS menjadi kolam penampungan Lumpur.
Kesepakatan ini sesuai dengan perpres nomor 48 tahun 2008, yang menyatakan area tersebut masuk peta terdampak.
Sedangkan untuk biaya ganti rugi kepada para korban Lumpur akan diberikan oleh pemerintah melalui APBN perubahan, dan dijanjikan selesai pada akhir tahun ini. (Arip)












