WARU (kabarsidoarjo.com)- Terminal bus Purabaya, Bungurasih Sidoarjo digemparkan oleh isu bom.
Meski akhirnya tidak terbukti, namun tim gegana Polda Jatim sampai harus diturunkan melakukan pemeriksaan dua bungkus kardus yang diduga bom.

Isu terror bom itu sempat membuat kalang kabut seisi terminal sehingga memaksa aparat kepolisian melakukan sterilsasi lokasi hingga jarak 50 meter.
Teror bom di terminal terbesar di wilayah Indonesia bagian timur ini diketahui pertama kali oleh petugas unit pelaksa teknis daerah (UPTD), terminal purabaya di pos bus jurusan Madiun- Solo sekitar jam 21.00 wib.
Dua bungkus kardus besar yang tidak diketahui pemiliknya ditemukan petugas terminal di pos keberangkatan bis Madiun-Solo.
Lantaran curiga dan tak ingin brspekulasi, petugas terminal melaporkan paket misterius tersebut ke polisi.
Kemudian selang beberapa jam, aparat kepolisian dari Polres Sidoarjo dan tim gegana Polda Jatim, diterjunkan ke lokasi.
“Kedatangan aparat kepolisian, sempat memunculkan rasa was-was seisi terminal, apalagi polisi menerapkan area steril sejauh 50 meter, “ kata Fuad, pedagang makanan di terminal, yang sempat akan menutup tokonya karena hawatir bungkusan tersebut bom.
Akhirnya dua bungkusan yang diduga bom tersebut, diambil dan diperiksa isinya oleh petugas gegana yang berpakaian khusus.
Ternyata dua kardus yang diduga bom tersebut ternyata isinya jamur.
Waka Polres Sidoarjo, Kompol Leo Simarmata membenarkan telah di duga adanya ancaman bom di terminal purabaya Bungurasih.
“Setelah di periksa oleh tim gegana dari Polda Jatim, ternyata itu hanya bungkusan kardus berisi jamur, yang mungkin ditingalkan atau memang tertingal oleh pemiliknya, “ ujarnya.
Akibat isu terror bom di terminal purabaya, bungurasih aktivitas keberangkatan dan kedatangan bus sempat terganggu. Terutama bus dengan tujuan ke barat yakni Madiun hingga ke Solo. (Arip)














