SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)– Mendekati bulan Ramadhan yang tinggal 12 hari lagi, harga sembako di sejumlah pasar tradisional terus merangkak naik.
Di pasar induk agrobis Jawa Timur Desa Jemundo Kecamatan Sukodono, harga beras menembus angka Rp 12 ribu perkilogramnya.

Sedang harga telur dan gula pasir juga meningkat hampir tiap minggunya.
“Harga beras, gula pasir dan telur ayam naik hingga kisaran 30 persen, ” ujar Totok, pedagang beras.
Harga beras jenis membramo misalnya, saat ini sudah mencapai angka Rp 12 ribu perkilogramnya. Padahal sebelumnya hanya berada di kisaran Rp 7000.
Sedang untuk IR Rp 64 ribu, saat ini harganya 7000 rupiah dari harga Rp 5.500 perkilogramnya.
Sementara itu untuk beras kualitas rendah jenis menir yang biasanya dijual Rp 3500 per kilogram, kini mencapai Rp 6 ribu per kilogram.
Pedagang menyebut kenaikan harga beras terus terjadi dengan semakin dekatnya ramadhan. Pedagang tidak bisa mengontrol kenaikan harga sebab stok beras di pasaran juga menipis.
“Selan beras, harga gula pasir dan telur ikut naik. Hampir tiap minggu harga keduanya naik fluktuatif, ” imbuh Totok.
Sedangkan harga gula pasir sudah berada di kisaran Rp 9.300 keatas perkilogramnya dari harga Rp 8.500. Sedang harga telur ayam sempat mencapai angka Rp 16.000 per-kilogram dari harga semula Rp 13.500.
“Meski terus naik, kami pembeli tidak bisa berbuat apa-apa selain tetap membelinya. Karena merupakan kebutuhan pokok, ” ucap Lily, pembeli.
Menyikapi kenaikan harga sembako ini, pengelola akan mengupayakan pasokan stok sembako di pasar induk agar tetap terjaga, sehingga kenaikan harga bisa ditekan semaksimal mungkin.(Arip)













