SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sebagai instansi vertikal dan memiliki tanggung jawab cukup besar untuk urusan pertanahan, keberadaan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sidoarjo, saat ini sudah tidak layak lagi sebagai kantor pelayanan.

Pasalnya, kantor yang berdiri di lahan seluas 1700 meter ini, hampir tidak lagi memiliki ruang kosong, untuk menyimpan berkas-berkas pertanahan.
Menurut kepala BPN Sidoarjo Yusuf Purnama, jika mau mengacu pada ukuran standar kantor Badan Pertanahan Nasional, lahan yang dibutuhkan untuk kantor BPN Sidoarjo minimal seluas 3500 meter.
“Lahan yang kita butuhkan untuk kantor BPN Sidoarjo yang baru minimal seluas 3500 meter,” ujar Yusuf.
Jika dilihat kondisi kantor BPN saat ini, dari tiap ruangan yang ada, sudah penuh sesak dengan banyaknya staff dan berkas yang tertumpuk sedemikian rupa.
Dan ironisnya, jika terjadi keadaan darurat, dipastikan berkas-berkas tanah itu tidak akan terselamatkan.
“Ini yang kita kawatirkan, dan kita tidak berharap keadaan emergency apapun akan terjadi dengan kondisi kantor yang seperti ini,” ungkap Yusuf lagi.
Masih menurut Yusuf, Sebenarnya BPN Sidoarjo saat ini, sudah memiliki lahan di kawasan lingkar timur, yang rencananya akan digunakan untuk kantor baru BPN Sidoarjo.
Namun karena letaknya sedikit masuk ke dalam, pihak BPN berharap ada solusi dari pemkab Sidoarjo untuk kantor BPN baru nanti.
“Kita inginnya, kantor BPN ini terjangkau dan mudah diketahui oleh masyarakat,” ungkap pria ramah ini.
Sementara itu, anggota komisi A DPRD Sidoarjo Warih Andono menegaskan, jika dilihat antara kebutuhan pelayanan dengan kondisi kantor BPN saat ini, memang sudah waktunya untuk dibuatkan kantor baru.
Pasalnya, selain fungsi pelayanan yang dimiliki BPN Sidoarjo dibutuhkan masyarakat, kenyamanan dalam memberikan pelayanan juga menjadi faktor utama dalam hal pelayanan tersebut.
“Kita akan carikan solusi dengan memberikan masukan kepada bupati Sidoarjo soal kantor BPN ini,” tutup Warih. (Abidin)












