SIDOARJO (kanbarsidoarjo.com)- Naiknya harga beras di pasar tradisional baik itu jenis IR 64 hingga beras jenis Rojo Lele, dianggap masih wajar oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Dewan Pimpinan Kabupaten Sidoarjo.

Pasalnya, kenaikan harga ini pasti terjadi setiap menjelang bulan puasa hingga lebaran.
“Kenaikan ini pasti terjadi setiap bulan puasa, dan kenaikan untuk bulan-bulan ini memang terbilang tinggi,” ujar Hadi Subiyanto ketua DPC HKTI Sidoarjo.
Masih menurut Hadi, jika dilihat kenaikan harga untuk beras IR 64 dari Rp 5900/Kg menjadi Rp 6300, masih wajar karena dikisaran kenaikan 10 persen.
Namun jika ditemukan kenaikan harga beras diatas 10 persen, maka sudah waktunya dilakukan pengendalian dengan operasi pasar.
“Karena jika harga beras ini tidak dikendalikan, yang dirugikan adalah masyarakat dan pasti harga kebutuhan pokok yang lain akan ikut naik,” ulasnya lagi.
Sementara itu, untuk stok beras Sidoarjo, HKTI melihat masih dalam stok aman.
Ini disebabkan, Sidoarjo baru saja melakukan masa panen.
“Stok beras kita (Sidoarjo) masih terbilang aman dan cukup untuk memenuhi masyarakat Sidoarjo,” ujar pria yang juga anggota komisi D DPRD Sidoarjo ini.
Sebelumnya, dalam inspeksi yang dilakukan pemerintah kabupaten Sidoarjo di pasar tradisional Larangan, ditemui kenaikan pada beberapa item kebutuhan pokok.
Diantaranya kenakan harga daging sapi dan beras. (Abidin)












