SIDOARJO(kabarsidoarjo.com)- Merasa perjuangannya belum mendapatkan titik terang, perwakilan korban lumpur diluar area terdampak dari empat desa, yaitu Besuki, Ketapang, Mindi dan Pamotan, mengadu ke KH Solahudin Wahid (Gus Sholah),di Ponpes Tebu Ireng-Jombang, Kamis (28/7/2011). “Beberapa perwakilan warga, termasuk saya sendiri saat ini pergi ke Tebu Ireng untuk bertemu dengan Gus Solah,” kata Suprapto, salah seorang perwakilan warga korban lumpur dari Ketapang.
Para korban lumpur hingga saat ini terus berupaya agar segera memperoleh ganti rugi dari pemerintah melalui dana APBN. Pasalnya, kalau tidak bisa mendapatkan maka persoalan ini akan berlarut-larut.
Sementara tempat tinggal lingkungan mereka di 45 RT dari empat desa tersebut sudah sangat tidak layak untuk dihuni.
Selain sumur warga sudah tercemar air lumpur, bila sewaktu-waktu terjadi penuruan tanah dan tanggul lumpur ikut ambles, sudah dipastikan warga di 45 RT tersebut akan menjadi korban terlebih dahulu.
“Kami semua tidak ingin menjadi korban sia-sia, karenanya terus berupaya untuk segera memperoleh ganti rugi dengan mendapatkan kepastian payung hukum tersebut,” terangnya.
Sebelumnya, perwakilan korbanlumpur dari 45 RT ini, juga mengadu ke Imam Nahrowi anggota DPR-RI dari Dapil Surabaya-Sidoarjo.
Dalam pertemuan itu, Imam Nahrowi akhirnya mengirimkan surat kepada presiden, agar nasib warga dari 45 RT diperhatikan sama dengan korban lumpur yang lain.(Abidin)













