SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pilar utama kemajuan suatu bangsa sangatlah ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nya.
Kualitas SDM yang antara lain dicerminkan oleh derajat kesehatan, tingkat intelegensia, kematangan emosional dan spiritual serta prudktifitas, ditentukan oleh kualitas pada usia dini, yaitu dari janin hingga usia 6 tahun.

Periode kritis pada perkembangan otak , terjadi terutama terjadi sejak janin hingga usia anak mencapai 4 tahun atau yang disebut Golden Age (masa emas).
Sehingga usia usia-usia inilah, disebut sebagai masa emas untuk mempersiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas,
Untuk menciptakan generasi penerus yang sehat,cerdas,dan berkualitas itu, keberadaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), sangat dibutuhkan dan memiliki peran strategis sebagai upaya pembentukan generasi penerus tersebut.
Posyandu merupakan salah satu solusi dan bentuk upaya pelayanan kesehatan, yang dilaksanakan oleh dan bersama masyarakat.
Posyandu digunakan untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan masyarakat guna memperoleh layanan kesehatan bagi ibu dan anak.
Di Kabupaten Sidoarjo sendiri, peran serta masyarakat dalam pengembangan Posyandu cukup menggembirakan.
Hal ini tercermin dengan pengembangan Posyandu yang saat ini telah mencapai 1712 Posyandu dan menyebar di 353 Desa / Kelurahan pada 18 Kecamatan yang ada.
Namun begitu, dari 137.517 sasaran (Bayi dan Balita)yang aktif untuk datang ke Posyandu, baru terlaksana 99.122 sasaran atau sekitar 72.08 %.
Dan dikawatirkan, dengan belum maksimalnya kedatangan Bayi dan Balita ke Posyandu ini, angka Balita garis Merah yang terbilang rendah yakni sekitar 2.04 %, akan sulit terpantau.
Banyak manfaat dari Posyandu yang bisa kita peroleh untuk menjadikan ibu dan anak balita yang sehat.
Diantaranya pertumbuhan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang atau gizi buruk.
Bayi dan anak balita akan mendapatkan kapsul vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus.
Bayi memperoleh imunisasi lengkap, ibu hamil terpantau berat badannya dan memperoleh tablet penambah darah serta imunisasi Tetanus Toxoid.
Ibu nifas memperoleh kapsul vitamin A dan tablet penambah darah, memperoleh penyuluhan kesehatan tentang ibu dan anak.
Apabila ada kelainan pada anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyesui akan dirujuk ke Puskesmas serta dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kesehatan ibu dan anak balita.
Untuk itu, guna mencapai cita-cita generasi penerus yang sehat cerdas dan berkualitas, diharapakn peran serta masyarakat untuk aktif datang ke Posyandu, seperti himbauan wakil ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Nanik Hadi Sutjipto. (Dinas Kesehatan)













