SEDATI (kabarsidoarjo.com)- Langkah normalisasi sungai buntung yang dilakukan Dinas Pengairan dan dikerjakan salah satu kontraktor pemenang tender (Diduga PT Tulang Mas), ternyata memberikan dampak negative pada wilayah dibawahnya.
Seperti yang dirasakan warga Segoro Tambak Kecamatan Sedati, yang mengalami kesulitan melaut, akibat arus sungai Segorotambak tersumbat kiriman sampah dari hasil normalisasi sungai buntung itu.

“Sampah berupa enceng gondok, plastik dan potongan pohon kiriman dari atas (sungai buntung Waru)menumpuk di wilayah kami. Sehingga sungai terlihat sangat kotor,” terang.Nursalim nelayan Segoro Tambak Sedati, Selasa (15/11/2011).
Masih menurut Nursalim , akibat dari menumpuknya sampah-sampah ini, banyak perahu nelayan Desa Segoro Tambak yang rusak saat melaju di aliran sungai.
“Setiap kali berangkat mencari ikan, kita selalu kehilangan baling-baling motor kapal karena tersendar sampah-sampah ini,” ulas Nursalim lagi.
Dari pantauan langsung di lapangan, kondisi sungai Segoro Tambak saat ini memang sangat mengenaskan.
Tumpukan sampah baik itu enceng gondok, plastic, potongan kayu bahkan peralatan elektronik, menumpuk jadi satu.
Bahkan karena banyaknya sampah itu, ditengah-tengah sungai Segoro Tambak ini seakan menjadi pulau sampah.
“Ini saja sudah dibersihkan selama tujuh hari, tapi tetap saja sampahnya tidak habis-habis,” terang Fauzi Kepala Desa Segoro Tambak saat ditemui di lokasi sungai.(Abidin)












