SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH.MHum mendorong panitia khusus penyerahan sarana utilitas perumahan, untuk juga membahas masalah lahan pemakaman bagi warga perumahan.
Hal ini dilontarkan bupati, saat penyampaian pendapat dalam Raperda inisiatif dewan tentang penyerahan sarana prasaran dan utilitas perumahan dan pemukiman, kamis (22/3/2012) di ruang rapat paripurna DPRD Sidoarjo.

“Perlu disampaikan perlunya pengaturan penyediaan sarana pemakaman umum perumahan. Karena persoalan pemakaman seringkali menjadi isu yang berujung dengan ketidak kondusifan,” tutur bupati.
Masih menurut bupati, selain bisa berujung pada kondisi yang tidak kondisif, persoalan pemukiman ini juga menimbulkan perbincangan di masyarakat yang kurang enak didengar.
Yakni kalimat ‘hidup sudah susah matipun susah,” yang dilontarkan warga perumahan.
“Oleh karena itu, perlu difikirkan dan dirumuskan mengenai pengaturan pemakaman tersebut,” jelas bupati.
Sebenarnya apa yang dilontarkan bupati dalam pendangannya itu, cukup relevan jika mengaca pada kasus jenazah almarhum Bambang dari Perumahan Wahyu Taman Sarirogo.
Yang mana, pada tahun 2011 silam, jenasah bambang yang beragama Islam, etnis Jawa, ditolak ramai-ramai oleh warga Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo, ketika hendak dimakamkan.
Warga desa yang juga Islam dan Jawa itu menolak jenazah Bambang karena almarhum adalah penghuni Perumahan Wahyu Taman Sarirogo.(Abidin)