SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas), melakukan aksi solidaritas di alun-alun Sidoarjo, Sabtu (26/5/2012).
Aksi ini dilakukan, sebagai bentuk protes tindak kekerasan terhadap Pers, yang terjadi diarea PT Indospring Gresik saat terjadi kebakaran Jumat (25/05/2012) kemarin.

Forwas mengecam aksi perampasan paksa pada kamera, ponsel dan membentak-bentak wartawan yang dilakukan oleh sekurity pabrik.
Selain membawa beberapa poster, para wartawan wilayah liputan daerah Sidoarjo juga menggelar aksi teatrikal tentang penghadangan dan perampasan alat kerja jurnalis serta penaburan bungu sebagai tanda prihatin atas kekerasa kepada insan pers.
Menurut Heri Susetyo korlap aksi Forwas, aksi ini sebagai bentuk solidaritas atas terjadinya kekerasan pers yang kerap terjadi.
Forwas menolak adanya kekerasan, baik di Gresik, Sidoarjo dan tempat lainnya.
“Forwas menolak keras adanya kriminalitas pers,” terang dia.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu tahu dan harus sadar, bahwa jurnalis itu tugasnya mulia. Kalau tidak ada pers, pastinya masyarakat akan tidak tahu tentang kejadian dan informasi yang berkembang, korupsi dan lainnya.
“Hormatilah insan dan kebebasan pers,” tandas Heri susetyo yang juga sebagai wartawan media TV.
Seperti diketahui, saat terjadi kebakaran di PT Indospring, sejumlah wartawan datang kelokasi untuk meliput. Disitu, M.Amien wartawan JTV dirampas kameranya dan didorong keluar bersama Agus Ismanto kontributor RCTI, yang juga berada dilokasi. Dan ada satu lagi wartawan yang blackberry nya diambil paksa oleh petugas keamanan.
Kasus ini juga di sikapi serius Komunitas Wartawan Gresik (KWG) dan dilaporkan ke Polres Gresik. Sejumlah saksi juga sudah diperiksa, termasuk saksi korban.
Wartawan dari daerah-daerah lain juga menyikapi sama dan menolak segala bentuk kriminilatitas pers di Indonesia.(Bagus)












