SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)-Lelang bandeng dalam rangka Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1435 H yang akan di gelar pada Rabu (15/01/2013) malam, diawali dengan penimbangan bandeng kawak tradisional yang digelar oleh Dinas Perikanan dan Kelautan pada Rabu pagi.

Pada penimbangan bandeng kawak di kantor dinas kelautan dan perikanan Sidoarjo ini, empat petani tambak bersaing untuk mendapatkan predikat pertama bandeng terberat.
Ke empat petambak tersebut masing-masing Kanifan asal Desa Sawohan Buduran, dengan berat bandeng 4,55 kg, panjang bandeng 78 cm, dengan lebar bandeng 17,1 cm berusia 5,5 tahun.
Bandeng kedua milik H Suliono warga Candi budidaya bandengnya dari Tambak Kali Kajang Desa Gebang Sidoarjo, berat bandengnya 8,26 kg, panjang 93 cm, lebar 22,3 cm usia 9 Tahun.
Bandeng ketiga milik H Saiful Bahri Sekardangan I/I Sidoarjo bandengnya dari Tambak Sekardangan dengan panjang 86 cm lebar 21,1 berat 6,78 kg, umur bandeng 8 tahun.
Bandeng yang terakhir milik Abdullah Mukhlis warga Pucang Sidoarjo,asal bandeng dari Tambak Gebang yang berumur 4 Tahun, lebar bandeng 15,9 cm, panjang 73,5 cm, dan berat bandeng 3.55 kilogram.
Setelah dilakukan penimbangan baik itu berat, lebar, panjang dan usia bandeng, bandeng kawak juara I diperoleh bandeng milik H Suliono, juara II bandeng milik Saiful Bahri, juara III bandeng Kanifan, dan juara terakhir atau ke IV dimiliki bandeng milik Abdulah Mukhlis.
Wakil Bupati Sidoarjo H.MG hadi Sutjipto SH.MM menyatakan kegiatan lelang bandeng ini, merupakan tradisi tahunan Kabupaten Sidoarjo.
‘Even ini harus kita bangkitkan, sebab sudah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Sidoarjo sejak dulu,’’ ujar Wabup yang hadir untuk membuka acara penimbangan bandeng kawak. (Abidin)












