SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Memasuki roda tahun 2014, Bupati Sidoarjo SH.MHum melakukan mutasi besar-besaran di tubuh pejabat SKPD Kabupaten Sidoarjo pada Jum’at (17/1/2014).
Sedikitnya lima kepala dinas, empat kepala badan, dua asisten, dua staff ahli dan jabatan direktur RSUD Sidoarjo diisi oleh bupati.

Lima kepala dinas yang bergulir itu diantaranya Kepala Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja kini dipegang Husni Thamrin, Kepala Dinas Perhubungan kini dijabat Joko Santosa MM, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan dijabat Ir Anik Pudji Astutik, Kepala Dinas PU Cipta Karya Diisi Ir Agoes Boedi Tjahjono, dan Kepala dinas Pendidikan diisi oleh Mustain Baladan.
Sedangkan empat kepala badan diantaranya Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) kini dijabat Drs Achmad Zaini, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) dijabat Yohanes Siswoyo, Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) dijabat Ir Dwijo Prawito serta jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jusuf Isnajanto.
Untuk dua asisten baru masing-masing Ir Handajani selaku asisten perekonomian dan pembangunan, dan asisten tata pemerintahan dan kesejahteraan rakyat diisi Drs.Asrofi.
Sedangkan dua staff ahli yang baru masing-masing Drs.Fauzi Isfandiari untuk staf ahli bupati bidang pemerintahan hukum dan politik, dan Sumarbowo sebagai staff ahli bidang pembangunan ekonomi dan keuangan.
Selain jabatan diatas, ada beberapa jabatan pada kepala bagian yang juga berganti pimpinan, yakni kepala bagian adinistrasi pemerintahan, kepala bagian umum, serta kepala bagian humas dan protokoler.
Sedangkan direktur RSUD Sidoarjo yang baru tetap dijabat oleh PLt RSUD Sidoarjo yakni dr Atok Irawan sp.P.
Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH.MHum menegaskan proses mutasi bagi seorang pegawai negeri sipil adalah hal biasa terlepas suka atau tidak suka pejabat tersebut menduduki jabatan baru.
Untuk itu bupati berharap, pejabat yang dilantik mampu menunjukkan dedikasi kerja yang baik untuk pelayanan masyarakat.
“Seluruh jabatan adalah amanat dan pasti ada jatah rejeki sendiri-sendiri. Jadi tidak ada itu yang namanya jabatan basah atau kering di lingkungan Pemerintah Sidoarjo,” terang bupati.
Masih menurut bupati,yang mesti dipegang sebagai bentuk tanggung jawab sebagai pegawai itu, adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan begitu, akan muncul rasa bersyukur dari pegawai itu ketika menduduki jabatan baru.
“Sesuai dengan janji pegawai, beri layanan terbaik kepada masyarakat,” ulas bupati.(Abidin)













