SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pengelolaan parkir di RSUD Sidoarjo yang kini menjadi tanggung jawab RSUD Sidoarjo penuh, ternyata tidak dibarengi dengan pengelolaan yang profesional.

Hal ini terbukti dari hilangnya motor milik Agus warga Wonoayu, saat dirinya berkunjung ke RSUD Sidoarjo untuk menjaga ibu kandungnya yang sakit pada Sabtu 2 Mei 2015 lalu.
Menurut Agus, hilangnya motor Mega Pro Nopol W 3953 ZN miliknya itu termasuk hal yang aneh.
Pasalnya dengan sistem tiket dengan back up CCTV dan harus menunjukkan STNK saat keluar, mestinya kehilangan motor itu tidak mungkin terjadi.
“Bagaimana tanggung jawab pengelolaan parkir ini ?, sudah bayar dan sistem yang ketat, kok tetap saja hilang motor saya,” jelas Agus.
Agus menegaskan, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan pihak pengelola parkir dan sempat disanggupi akan diganti rugi.
Namun setelah angka kerugian Rp 10 juta disodorkan, ternyata pihak pengelola merasa keberatan.
“Saya juga bingung dengan pihak pengelola ini. Tanggung jawabnya tidak maksimal,” tegas Agus.
Sementara itu H.Matali anggota komisi A DPRD Sidoarjo menyanyangkan sikap pengelola parkir RSD Sidoarjo, yang seakan lepas tangan enggan memberikan ganti rugi.
Menurut politisi Partai Gerindra ini, mestinya pengelola parkir memberikan ganti rugi yang sepadan dengan hilangnya motor pengunjung tersebut.
“Masyarakat sudah bayar karcis untuk parkir ini. Mestinya ada tanggung jawab penuh dari pengelola parkir jika ada kehilangan,” ungkap Matali.
Jika tidak ada tanggung jawab ganti rugi lanjut Matali, sekalian dibebaskan saja lahan parkir bagi pengunjung RSUD Sidoarjo.
“Kalau parkir gratis, pantas tidak ada ganti rugi jika ada kehilangan. Tapi jika parkir mesti bayar, maka tanggung jawab ganti rugi wajib ada,” tutur Matali. (Abidin)