SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Peningkatan dan perbaikan jalan di Kabupaten Sidoarjo selama kurun waktu 2011-2015 ini, cukup signifikan dilakukan rutin tiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di bawah pimpinan H.Saiful Ilah SH.MHum. Meskipun pada awal awal tahun 2011 terjadi keterbatasan anggaran, karena suksesi kepemimpinan dari Bupati Sidoarjo yang lama Win Hendrarso kepada Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, namun komitmen perbaikan jalan terus dilakukan.
Dari data yang ada pada tahun 2011 lalu, panjang jalan beraspal sejauh 917, anggaran perbaikan jalan hanya Rp 48 M, dengan tuntutan perbaikan dan pemeliharaan jalan yang cukup tinggi. Dengan berbagai terobosan dan upaya, anggaran perbaikan dan peningkatan jalan berhasil terserap sebesar Rp 28 m dan Rp 12 miliar.

Pada tahun anggaran 2012, mulai terjadi peningkatan anggaran perbaikan jalan dengan total anggaran Rp 81 miliar. Serapan anggaran pemeliharaan jalan pun naik menjadi Rp 16,7 miliar dan anggaran peningkatan jalan juga naik dari 12 miliar menjadi Rp 22 miliar.
Tahun 2013 anggaran perbaikan kembali dinaikkan cukup signifikan, yakni dari nilai Rp 81 miliar. Naik menjadi Rp 171 miliar dengan penanganan cukup serius.
“Tahun 2013 ini, anggaran pemeliharaan jalan kita alokasikan Rp 48 miliar dan anggaran peningkatan jalan naik signifikan menjadi Rp 55 miliar,” tutur Ir Sigit Setiawan Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sidoarjo kepada Kabarsidoarjo.com, kemarin. (14/10/2015)
Pada tahun anggaran 2014, anggaran perbaikan mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 133 miliar. Penurunan anggaran ini disebabkan tahun 2013 sebelumnya ada pembangunan jembatan besar diantaranya jembatan Gisik Cemandi Sedati, jembatan Wonocolo Taman dan jembatan Bakung Balongbendo yang juga dilanjutkan penyelesaiannya pada tahun anggaran 2014.
“Sehingga pada tahun 2014 anggaran peningkatan jalan sebesar Rp 133 miliar, dan pemeliharaan sebesar 13 miliar. Pada tahun ini jalan sudah bagus,” terang Sigit Setyawan yang perbah menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini.
Memasuki tahun 2015, prioritas usulan perbaikan jalan berasal dari Musrenbang yang digelar di setiap kecamatan dengan usulan anggaran Rp 64 miliar atau 30 persen dari usulan dinas sebesar Rp 231 miliar.
Dari usulan itu, disepakati anggaran sebesar Rp 184 miliar untuk peningkatan jalan dengan serapan anggaran sebesar Rp 116 miliar pada proyek peningkatan jalan dengan sistem beton. Sedangkan anggaran pemeliharaan jalan disiapkan sebesar Rp 13 miliar.
Yang menarik, pada tahun 2015 ini, muncul usulan pembangunan jalan baru penghubung antar desa usulan dari desa-desa dengan rancangan anggaran sebesar Rp 23 miliar. Dan pada tahun 2015 ini, terjadi penambahan panjang jalan sejauh 21 km dengan pembangunan peningkatan jalan sejauh 96 km dan 103 km pemeliharaan jalan.
“Awal tahun 2015 atau triwulan pertama, sisa jalan rusak di Sidoarjo tinggal 70 an km dari kerusakan jalan sejauh 252 km pada tahun 2011. Jalan rusak sedang sepanjang 84 km, jalan yang sudah baik sepanjang 827 km, dengan total panjang beraspal sejauh 992 km,” tutur Sigit.
Pada periode ini, Pemkab Sidoarjo juga melakukan pengerjaan proyek pemasangan jalan beton Rigid Pavement Precast (RPP) di jalan Kemangsen depan RPH Krian, yang mendapatkan apresiasi positif dari komisi C DPRD Sidoarjo.
Sementara itu saat ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus menggenjot perbaikan dan peningkatan jalan di 1300 ruas jalan dengan rincian 400 ruas jalan yang ditingkatkan dan 900 ruas jalan yang diperbaiki.
Diantaranya peningkatan jalan di wilayah Damarsih-Kuangsan Buduran, ruas jalan Kalanganyar-Segorotambak Sedati, ruas jalan Kedungrejo-Wadungasri Waru (ruas jalan timur utara).
Juga ruas jalan Semampir-Pranti, Pabean-Ngingas, ruas jalan Krian-Sidomulyo penambangan. Ruas jalan Watu Golong-Fly Over Trosobo, ruas jalan Ngares Rejo Sidodadi-Plimbungan (untuk ruas jalan utara barat). (Abidin)












