SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Arek Jenggolo Bersatu, melakukan aksi unjuk rasa mendatangi Kantor Komisi Pemilian Umum Daerah Sidoarjo di Jalan Raya Cemengkalan.
Mereka menuntut agar Komisioner KPUD Sidoarjo, untuk mundur dianggap tidak profesional dalam mengawal tahapan Pilkada Kabupaten Sidoarjo, Selasa (20/10/2015).

Belasan masyarakat tersebut menggunakan kendaraan roda dua, tiba di kantor KPUD langsung bergerombol di depan kantor sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan “KPU Sidoarjo Mlempeng”, “Hentikan Tahapan Pilkada” “KPUD Kudu Tobat”.
“Bukan indikasi, tapi banyak bukti yang sudah kita ketahui bahwa dari beberapa tahapan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara Pilkada telah keluar jalur regulasi dan peraturan perundang-undangan, diantaranya dalam proses rekrutmen PPK dan PPS ternyata KPUD tidak jeli, bahwa, masih ada anggota Partai Politik tertentu yang berhasil menyusup menjadi penyelenggara, ujar Korlap aksi Slamet Hariyanto.
Hariyanto mengharapkan KPUD Sidoarjo harus bersifat netral, menjaga nertalitasnya jangan sampai dalam tahapan ini disusupi oleh kepentingan-kepentingan tertentu dari salah satu Paslon.
“Bila ini nanti terbukti kami tidak segan-segan akan mendatangi kantor KPUD Sidoarjo dengan masa yang lebih besar, dan membatalkan hasilnya Pilkada,”imbuhnya.
Slamet Hariyanto menjelaskan, Telah terindikasi kalau alat peraga yang di pasang itu banyak yang tidak jelas dengan kondisi banyak yang rusak, ini disengaja atau tidak, yang jelas sangat merugikan masyarakat.
Sedangkan ditempat yang sama Komisioner KPUD Sidoarjo M.Iskak mengatakan, KPUD selalu bersikap transparan, dan ini dibuktikan pada proses rekrutmen di PPK.
“Jika terindikasi memang ada beberapa calon anggota PPK itu dari salah satu Parpol tentu akan kita proses,” tutur Iskak. (Red)













