Kota (kabarsidoarjo.com)– Hadapi hajatan pilkada Sidoarjo, pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo keluarkan sikap dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Sidoarjo 9 Desember 2015 nanti.
Bertempat di rumah rois syuriah, KH Rofiq Siradj di Jabon, pertemuan petinggi PCNU Sidoarjo, ormas keagamaan NU memutuskan untuk bersikap netral.
Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf mengakui, dirinya bersama dengan Rois Syuriah PCNU Sidoarjo KH Rofiq Siraj dan petinggi PCNU lain telah mengadakan pertemuan pada Selasa (20/10) malam untuk membahas sikap PCNU Sidoarjo saat pilkada nanti. Dalam pertemuan tersebut PCNU secara kelembagaan tidak akan mendukung salah satu pasangan calon (paslon) manapun.
“Secara kelembagaan NU, kami netral dan hal tersebut telah menjadi sikap dari hasil rapat,” ungkapnya.
Lebih jauh dirinya mengungkapkan, terdapat lima poin yang dihasilkan dari pertemuan tersebut. Selain sikap netral dari lembaga NU, salah satu poin lainnya yakni memberikan kebebasan kepada anggota NU Sidoarjo untuk mendukung salah satu paslon bupati dan wakil bupati secara personal.
“Anggota NU memiliki hak untuk mendukung namun secara personal bukan kelembagaan,” jelasnya.
Ketua PCNU berharap, sikap dari PCNU Sidoarjo tersebut membuat anggota NU Sidoarjo bisa menempatkan dirinya tanpa ada perselisihan. Kelembagaan NU telah memutuskan agar anggota NU yang intens mendukung salah satu paslon tidak menyeret NU sebagai organisasi agama yang mendukung paslon.
“Kalo secara personal ya silahkan karena sebagai warga negara berhak mencoblos dan mendukung,” katanya.
Nantinya, sikap NU tersebut, akan disampaikan kepada anggota NU di Sidoarjo secara menyeluruh. Sehingga, masyarakat dapat mengerti dan paham serta tidak menyeret NU dalam pusaran politik pilkada.
“Kami segera edarkan surat resmi dari PCNU terkait sikap dalam pilkada kepada seluruh anggota NU,” tandasnya. (Din)













