SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)-Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sidoarjo, mengharap kepada semua pihak untuk tetap waspada terhadap kegiatan money politik dalam pelaksanaan Pilkada Sidoarjo.
Untuk itu, dalam melakukan proses pemantauan pada tahap masa tenang dan proses pemungutan suara nanti, KIPP mangajak semua masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah proses terjadinya money politik pada Pemilukada 2015.
Hal ini penting, demi terwujudnya demokrasi yang bersih dan berintegritas.
“Dalam UU No. 8 Tahun 2015, masyarakat diharuskan untuk ikut serta menjaga kemanan, melaporkan apabila ada peristiwa dugaan tindak pidana money politik. Selain sanksi pidana, Paslon yang terbukti melakukan pelanggaran money politik, dapat didiskualifikasi. Penyelenggara pemilu harus berani bertindak untuk membersihkan noda hitam demokrasi, karena itu diperlukan anggota KPUD dan Panwalu yang tegas dan berani. Jika tidak, money politik akan terus terjadi saat Pilkada” terang Maulana Sekretaris KIPP.
Meskipun biaya kampanye Paslon dalam Pilkada kali ini sebagian dibiayai oleh KPUD melalui APBD Sidoarjo, namun menurutnya masih dimungkinkan juga, masing-masing Paslon tetap mengeluarkan biaya politik lainnya, seperti money politic.
“Kami sudah memberikan bimbingan teknis kepada 472 relawan pemantau, secara bertahap selama 3 minggu terakhir yang ditempatkan di Aula Universitas Maarif Hasyim Latif, Kecamatan Taman-Sidoarjo. Nantinya relawan tersebut akan tersebar di 18 Kecamatan, dan akan terus melakukan pemantauan hingga pelaksanaan rekapitulasi di tingkat kecamatan. Sebab penyebaran praktik politik uang biasanya akan dikemas dengan canggih oleh para tim sukses agar tidak mudah terjerat hukum. Makanya penyelenggara dan pengawas pemilu, termasuk masyarakat harus bahu membahu untuk mewaspadai dan mengawasi praktik money politik itu.” cetusya.(Abidin)












