SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Menjadi satu satunya kecamatan yang ditunjuk sebagai pilot project kerjasama jaringan informasi antara Korea Selatan dengan Kabupaten Sidoarjo, membuat Tarik harus bersiap siap dengan serius.
Camat Tarik Aan Ali Fauziansyah yang turut dalam penandatanganan menyebutkan, meskipun terletak paling jauh dari pusat Kabupaten, namun Kecamatan Tarik akan siap menyambut project jaringan informasi ini.

“Kita siap dengan program ini. Karena saat inipun, kita sudah membuat jaringan internet di seluruh desa,” jelas Aan.
Masih menurut Aan, ada beberapa hal yang akan menjadi fokus pada program ini.
Yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan layanan administrasi.
Untuk mewujudkan itu, selain akan mensukseskan program bersama KLID ini, juga akan menggandeng telkom.
“Jika Korea dulu menyiapkan selama 10 tahun, kita yakin 5 tahun sudah bisa,” ujar Aan.
Seperti diketahui, Pemerintah Korea Selatan melalui Korean Local Information Research And Development institute, melakukan penandatanganan layanan jaringan informasi desa dengan Pemkab Sidoarjo, Rabu (13/4/2016).
Penandatanganan kerjasama yang diwakili Kepala Dinas PU Bina Marga ini, meliputi sistem informasi pendidikan, pertanian pembangunan dan beberapa hal lain.
Chris Kang kepala divisi eksternal KLID menegaskan, program yang sudah dilakukan KLID ini di Korsel, membawahi banyak kabupaten dan kota untuk layanan jaringan informasi.
Untuk itu, dengan berpatner bersama Sidoarjo diharapkan pengalaman dan pengetahuan KLID akan bermanfaat bagi Sidoarjo.
“Banyak hal yang akan kita bagi di Sidoarjo ini, yang semuanya diharapkan akan membawa manfaat positif bagi Sidoarjo,” tutur Chris Kang.
Pada kesempatan ini, Kecamatan Tarik ditunjuk sebagai pilot project penerapan teknologi informasi KLID ini, karena letaknya yang paling jauh dari Kabupaten.(Aan)














