SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Sidoarjo memperjuangkan penerimaan siswa baru di sekolah negeri harus sesuai dengan jumlah ruang kelas yang ada.
Ketua FPKB DPRD Sidoarjo Achmad Amir Aslichin, Sabtu (16/4/2016) menegaskan, diharapkan pada angkatan siswa baru ke depan, tidak akan ada lagi kelas yg jumlah siswanya melebihi angka ideal yakni maksimal 36 siswa per kelas nya.

“Kita berharap tidak akan ada lagi yg masuk siang atau bahkan sore. Di P-APBD 2016 maupun APBD 2017 yang akan datang jangan sampai ada lagi penganggaran untuk pembangunan ruang kelas baru,” tutur Aslichin.
Masih menurut Amir Aslichin, bila ada kepala sekolah maupun pihak dinas pendidikan yang memaksakan membuat suasana belajar mengajar menjadi tidak ideal, maka pihak inspektorat dan BKD, harus mampu mengevaluasi kinerja pegawai tersebut.
“Sikap FPKB ini, merupakan hasil evaluasi LKPJ bupati di akhir masa RPJMD tahun 2011-2015. Dan kita harus fokus wujudkan pendidikan yg lebih berkualitas dan bebas dari pungutan,” tegas Aslichin
Sementara itu target bebas sekolah rusak tahun 2017 tampaknya sulit direalisasikan. Sebab, alokasi dana APBD Sidoarjo yang disiapkan hanya Rp 155 miliar.
Padahal, di seluruh Kota Delta ada 316 ruang kelas yang rusak berat dan 579 ruang kelas rusak ringan.
“Perubahan anggaran keuangan (PAK) juga belum cukup meng-cover semua ruang kelas itu,” ujar anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso.(Abidin)













