SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dalam rangka menumbuh kembangkan inovasi pada setiap perangkat daerah, Pemkab Sidoarjo melalui Bagian Organisasi menggelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tahun 2020.
Kompetisi ini mengambil tema ” Inovasi Sebagai Perwujudan Percepatan Reformasi Birokrasi dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”.
Kompetisi ini akan diikuti setiap instansi atau OPD (organisasi perangkat daerah), Puskesmas se Kabupaten Sidoarjo dan seluruh Sekolah SMP Negeri.
Syarat inovasi yang di kompetisikan belum pernah menerima penghargaan sebagai pemenang baik tingkat propinsi maupun nasional.
Data tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo A. Zaini dalam Sosialisasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) 2020 yang di dilakukan di Hotel Harris Malang, Selasa (21/1/2020).
Menurut Zaini, digelarnya Kovablik untuk meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat melalui reformasi birokrasi dengan menumbuhkan budaya birokrasi yang inovatif.
“Tiap inovasi yang sudah dibuat oleh instansi perangkat daerah akan di kompetisikan, “One Agency One Innovation” minimal satu perangkat daerah satu inovasi”, ujarnya.
Dari 86 inovasi yang dimilik Pemkab Sidoarjo, ada beberapa inovasi yang sudah mendapat penghargaan dari Kemenpan RB, diantaranya inovasi Perijinan Online (Sippadu), Simaneis, Sipekat, sedangkan di tingkat propinsi ada inovasi layanan antrian Siap Tari dari Puskesmas Tarik, Sipandu dan Calisline (baca tulis online).
Inovasi dibuat untuk memangkas proses birokrasi rumit agar berubah lebih efektif dan efisien. untuk itu, setiap inovasi yang dibuat diharuskan memenuhi unsur tersebut.
Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menganggap penting diadakannya Kompetisi Inovasi ini, harapannya agar setiap perangkat daerah mengetahui kategori inovasi mana yang paling baik.
“Melalui kompetisi ini diharapkan akan muncul inovasi baru yang unik, responsif, bermanfaat, dapat direplikasi dan berkelanjutan”, katanya.(Abidin)













