SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pesatnya pertumbuhan urbanisasi di Kabupaten Sidoarjo, mau tidak mau harus diimbangi dengan kondisi perekonomian bisnis yang baik dan terus berkembang.
Karenanaya, Kamar Dagang Indonesia pengurus daerah Kabupaten Sidoarjo, mencoba mencari format bisnis yang tepat bagi Sidoarjo, dengan menggelar Sarasehan prospek bisnis Sidoarjo baru, Kamis (30/1/2019).
Sarasehan bisnis yang digelar di Primer in Hotel Juanda ini menurut H.Achmad Ro’id ketua Kadin Sidoarjo, sebagai pesan bahwa saat ini Kabupaten Sidoarjo yang sudah berusia 161 tahun, sudah harus ada visi Sidoarjo baru terkait dunia bisnis.
“Sidoarjo baru yang diusulkan oleh Kadin ini, adalah ekosistem ekonomi dengan proses hilirisasi yang tepat. Apalagi Sidoarjo dikenal dengan logo udang bandeng, saat ini masih belum begitu maksimal dalam pengelolaan,” ungkap Achmad Ro’id dalam sambutannya saat membuka pelaksanaan Sarasehan.
Masih menurut ketua Kadin yang jiga pengusaha ini, ekosistem ekonomi yang dimaksud ini, misalnya saat panen Bandeng dari tambak, harus diolah dulu di Sidoarjo agar ada nilai tambahnya sebelum di kirim keluar daerah.
Karena memang saat ini, banyak olahan berbahan dasar bandeng, ternyata menjadi brand merk dari Kabupaten lain.
“Bandeng kaleng itu sekarang produk unggulan Banyuwangi, pafahal bandeng adalah khas Sidoarjo. Karenanya harus ada upaya hilirisasi untuk meningkatkan nilai bisnis di Sidoarjo ini,” ujar Roid lagi.
Dengan pelaksanaan sarasehan ini, lanjut Roid, Kadin hanya mengusulkan dan berharap Pemkab Sidoarjo bisa mengaplikasikan kesimpulan dari hasil dialog sarasehan.
Pada kegiatan ini, dua nara sumber dihadirkan yakni Bambang Haryo Soekartono dan Kelana Aprilianto, yang juga merupakan Bacabup Sidoarjo. (Abidin)












