SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Belum jelasnya penyelesaian kasus lumpur terutama di kawasan Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin, mendorong 12 perwakilan warga Desa Ketapang, melakukan dialog dengan pansus lumpur DPRD Sidoarjo, Kamis (14/10/2010).
Dialog yang digelar di ruang pertemuan komisi gedung DPRD Sidoarjo ini, menjadi wadah keluh kesah warga Desa Ketapang, yang belum mendapatkan perhatian dari pihak Lapindo.

“Kita sudah bersabar untuk menunggu perhatian dari pihak pihak terkait, namun karena tidak ada tindak lanjut, kesabaran kami sudah semakin menipis,” terang Suprapto salah satu warga Ketapang.
Selain Suprapto, Kurniawan selaku kepala desa Ketapang yang juga turut dalam dialog ini malah meyakinkan pansus Lumpur, bahwa Desanya saat ini benar-benar pada kondisi kurang aman.
“Kalau ada yang bilang Desa Ketapang masih aman, itu tidak benar, karena Desa Ketapang saat ini sudah banyak muncul buble-buble Lumpur,” tegasnya.
Mendapatkan berbagai keluhan ini, Ketua Pansus Lumpur Sulkan Wariono, menegaskan pansus Lumpur sejak awal, sudah memiliki komitmen untuk mengawal kepentingan para korban Lumpur.
Bahkan saat melakukan konsultasi ke Jakarta, pansus Lumpur tetap memperjuangkan nasib korban Lumpur.
“Kita selalu berkomitmen untuk memperjuangkan nasib warga korban Lumpur,” ujarnya.
Dalam dialog ini, juga dihadiri beberapa anggota dewan yang masuk dalam pansus Lumpur.
Diantaranya Mundzir Dwi Ilmiawan, M.Taufik serta Drs Heru. (Abidin)












