TANGGULANGIN (kabarsidoarjo.com)- Puluhan warga yang tergabung dalam korban lapindo menggugat, kembali berunjuk rasa di depan pintu masuk area pengeboran gas TA 3 milik PT Lapindo Brantas INC di Desa Kalidawir Kecamatan Tanggulangin.

Dalam aksinya, warga dari Desa Kalidawir, Sentul, Penatar Sewu, Bangunsari, Plumbon, Pulogunting dan Glagaharum Kecamatan Tanggulangin ini sempat memblokir akses jalan alternatif Porong di Desa Kalidawir.
Mereka membawa spanduk hujatan terhadap lapindo yang melakukan pengeboran gas di Daerah Kalidawir dansekitarnya. Para pendemo itu tak hanya didominasi laki- laki, namun kaum perempuan dengan membawa anak kecil turut serta dalam aksi ini.
Perwakilan warga melakukan orasi, mengutarakan jeritan hatinya bahwa selama ada aktifitas pengeboran dilingkungan sekitar warga selalu dirugikan.
Menurut warga sekitar, dalam melakukan aktifitasnya mereka tidak kenal siang malam.
Suara- suara bising sangat menggangu warga, disamping itu akibat yang ditimbulkan adanya pengeboran yaitu timbulnya gelembung – gelembung gas disekitar sawah dan tambak warga.
“Pada intinya semua lapisan masyarakat yang hidup sekitar area pengeboran menolak dengan tegas adanya pengeboran gas. Warga trauma dengan adanya kemunculan semburan lumpur Porong yang hingga kini tidak bisa dihentikan, ” ujar Imam Hariri Koordinator warga.
Seperti diketahui sebelumnya, pengeboran gas oleh PT Lapindo disekitar Desa Kalidawir tersebut dilakukan sejak tahun 2006, sedangkan produksinya baru dilakukan pada tahun 2009.
Apabila dilakukan pendalaman terhadap lima sumur gas ini menghasilkan gas 3 juta standart metrik kaki kubik perhari.
Saat ini kapasitas produksi sumur gas di Desa Kalidawir mencapai 0,3 juta standart metrik kaki kubik perhari. (Arip)












