TAMAN (kabarsidoarjo.com)- Jembatan Wage yang menghubungkan Desa Wage dengan Desa Kedung Turi Kecamatan Taman. dirasa sudah waktunya dilakukan pelebaran.
Pasalnya, jembatan yang ada sekarang ini, sudah tidak mampu menampung kendaraan roda empat dari dua arah berlawanan.

“Setiap kendaraan R4 berpapasan, dipastikan satu kendaraan harus berhenti unuk memberi kesempatan kendaraan yang lain lewat dulu,” terang H Didik Budi Santoso, salah satu anggota DPRD Sidoarjo dari Dapil V (Waru-Taman).
Masih menurut Didik, pihak DPRD Sidoarjo sebenarnya sudah memberi usulan ke Bupati Sidoarjo agar segera melakukan pelebaran jembatan tersebut.
Pasalnya sering terjadi kemacetan yang luar biasa, karena kendaraan harus antri terlebih dahulu.
“Kami sudah meminta agar jembatan Wage tersebut segera dilebarkan, syukur kalau saat perubahan anggaran tahun ini bisa segera dikerjakan,” kata Didik lagi.
Masih menurut Didik, jembatan tersebut merupakan titik penghubung jalan kabupaten yang saat ini menjadi sangat vital.
Sebab, di daerah Wage dan sekitarmya saat ini merupakan lokasi yang padat penduduk karena banyak berdiri perumahan.
Dikonfirmasi terpisah, Sigit Setyawan, kadin PU Bina Marga mengatakan, bahwa jembatan di Wage tersebut sudah masuk program perbaikan.
Namun, belum bisa dilaksanakan sebab saat ini yang diprioritaskan adalah perbaikan jalan.
Pasalnya, jalan mulai dari Wage, Bangah hingga Sawotratap dan tembus bundaran Aloha-Junda boleh dikata rusak berat.
“Saat ini yang diprioritaskan perbaikan jalannya dahulu. Yang sudah dikerjakan di Bangah. Bila jalan sudah selesai lalu jembatan wage,” terangnya.(Abidin)












