SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Belum jelasnya bantuan rehab gedung TK semampir Kecamatan Sedati yang roboh akibat hantaman angin pada bulan Januari 2012 lalu, membuat prihatin komisi D DPRD Sidoarjo.
Pasalnya, akibat belum turunnya bantuan rehab itu, proses belajar mesti dialihkan ke kantor desa yang tiap harinya digunakan untuk kantor pelayanan.

“Kondisi proses belajar di balai desa ini seharusnya tidak terlalu lama. Karena sedikit banyak menggangu aktifitas pelayanan warga,” terang H.Usman MKes, anggota komisi D DPRD Sidoarjo.
Agar persoalan bantuan rehab ini bisa segera terealisasi, komisi yang membidangi masalah pendidikan ini, akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mencarikan solusi cepat bagi TK Semampir.
“Dinas pendidikan, dinas sosial, BPBD, akan kita panggil untuk mengetahui persoalan belum turunnya bantuan rehab itu,” terang Usman lagi.
Dari informasi yang ada, sebenarnya alokasi dana bantuan untuk rehab sekolah TK Semampir ini, bisa diambilkan dari dana tak terduga pada APBD 2012 yang dianggarkan sebesar Rp 2 miliar.
Namun karena pengajuan rehabnya terlalu besar hingga mencapai 460 juta-an, akhirnya dana bantuan itu sulit untuk bisa dicairkan.
Seperti diketahui pasca robohnya atap bangunan sekolah TK Desa Semampir Kecamatan Sedati pada Rabu (25/1/2012) lalu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda bakal dilakukan perbaikan oleh instansi terkait.
Bahkan janji bantuan rehab yang akan dilakukan BPBD Kabupaten Sidoarjo sesaat setelah bupati Saiful Ilah melakukan sidak pun, juga belum jelas kapan realisasinya.
Akibatnya, sekitar 52 siswa A dan B TK Semampir, hampir satu bulan ini melakukan kegiatan belajarnya di ruang PKK dan ruang pertemuan balai desa Semampir.
“Tiap hari kantor desa menjadi sangat ramai terutama saat jam istirahat datang,” terang Kepala Desa Semampir H.Bambang Hadi Sukmono.
Sebenarnya beberapa hari setelah kejadian atap bangunan TK itu roboh, Kepala Desa Semampir mengaku didatangi pegawai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menunjukkan konsep pembangunan TK Semampir.
Namun setelah dirinya menandatangani konsep pembangunan itu, pihak BPBD belum lagi melakukan kordinasi.
“Dulu sempat saya dimintai tanda tangan untuk persetujuan maket pembangunan TK Semampir pasca roboh. Namun hingga hari ini kok gak ada jluntrungnya,” terang Bambang Hadi. (Abidin)













