SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ratusan buruh Sidoarjo yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Rabu (7/3/2012).
Akibatnya, aksi yang diawali dengan long march dan berakhir di depan gedung DPRD Sidoarjo ini, membuat ruas jalan A.Yani Sidoarjo sedikit macet.

Fauzi kordinator lapangan yang juga ketua KFSPSI Sidoarjo menegaskan, aksi penolakan kenaikan BBM ini dilakukan, sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan kaum buruh.
“Kenaikan harga BBM yang sebesar 50 persen itu, sangat merugikan kita kaum buruh. Karena kenaikan itu tidak dibarengi dengan kenaikan upah yang memadai,” tutur Fauzi.
Dengan kenaikan yang cukup besar itu lanjut Fauzi, maka harga kebutuhan pokok akan juga ikut naik .
Padahal, saat ini kesejahteraan buruh masih jauh di bawah kata layak.
“Bagaimana buruh bisa sejahtera, baru saja upah naik sekitar 10 persen, sekarang BBM naik 50 persen,” tegas Faauzi lagi.
Dalam aksinya, para buruh juga meminta masyarakat untuk menolak iming-iming Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dianggap sebagai langkah pembodohan rakyat.
“Jangan terima BLT dari pemerintah, karena bantuan itu sangat tidak layak dengan beban harga yang akan naik akibat kenaikan BBM ini,” ulas Supriyanto salah satu buruh.
Sementara itu, untuk mendapatkan dukungan atas aksinya ini, para buruh menuntut anggota DPRD Sidoarjo untuk turut mendukung perjuangan mereka, dengan ikut menandatangani surat pernyataan penolakan kenaikan BBM.(Abidin)












