SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)-Pembangunan perumahan di Sidoarjo yang mengalami pasang surut utamanya sejak bencana lumpur Lapindo, mendorong pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mencari jalan keluar menggairahkan lagi bisnis properti di Sidoarjo.

Salah satunya dengan menggelar program penghargaan bagi para pengembang di Sidoarjo berlabel Griya Delta Nugraha, yang secara resmi diluncurkan Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH.MHum, Selasa (15/5/2012).
Dalam sambutan Peluncuran (launching) Griya Delta Nugaraha yang digelar di Jupiter room Sun Hotel, Ir Dwijo Prawito Kepala Dinas PU Cipta Karya yang juga sebagai ketua panitia pelaksana menegaskan, tujuan utama dari program Griya Delta Nugraha Sidoarjo ini, adalah sebagai upaya untuk menggugah lagi minta para pengembang untuk menanamkan investasi propertinya di Sidoarjo.
“Pasca luapan lumpur, bisnis property di Sidoarjo memang mengalami pasang surut bahkan tiga kawasan yakni Jabon, Balongbendo dan Tarik belum tersentu sama sekali. Untuk itu dengan program ini kita berharap, para pengembang kembali tertarik mengembangkan bisnis perumahannya di Sidoarjo,” tegas Dwijo.
Jumlah pengembang di Sidoarjo saat ini lanjut Dwijo, sudah sekitar 180 pengembang dengan bermacam wujud perumahannya di Sidoarjo.
Dengan dasar angka itu, menunjukkan bisnis property di sidoarjo masih cukup prospektif di masa depan.
“Untuk lebih memacu greget pengembang perumahan di Sidoarjo, kita gelar ajang penghargaan ini,” tegas Dwijo.
Sekretaris Dinas PU Cipta Karya Propinsi Jawa Timur Farih Amin yang turut hadir dalam launching Griya Delta Nugraha ini menerangkan bahwa, jumlah perumahan di Jawa Timur saat ini masih terbilang sangat kurang.
Dari data yang ada, dari jumlah perumahan di Jawa Timur yang mencapai 530 ribu, terdapat 340 ribu rumah tidak layak huni yang tersebar di seluruh Jawa Timur.
“Pertahun kita targetkan pembangunan perumahan layak huni sebanyak 20 ribu, namun pada tahun 2011 baru terealisasi 19 ribu unit perumahan layak huni yang ditangani pemerintah,” tegas Farih.
Sementara itu bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH.MHum dalam sambutannya menuturkan bahwa kebutuhan perumahan merupakan hak setiap warga Negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah.
Untuk itu, sebagai aplikasi dari kewajiban itu, pemerintah Sidoarjo mendukung penuh masuknya investasi di bidang properti di kabupaten ini.
“Silahkan datang di Sidoarjo untuk mengembangkan perumahan. Karena memang kebutuhan perumahan di Sidoarjo masih terbilang tinggi,” tutup Bupati.(Abidin)












