SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Gencarnya sosialisasi pemakaian garam beryodium oleh Dinas Kesehatan, membawa dampak positif pada penurunan angka penderita penyakit gondok di Kabupaten Sidoarjo.
Dari angka 11 persen penderita gondok di seluruh Sidoarjo, kini turun menjadi angka 6 hingga 7 persen.

‘’Memang sudah terjadi penurunan cukup signifikan angka penderita gondok di Sidoarjo. Namum sangat bagus lagi kalau angka prevalensinya dibawah 5 %,’’ kata Kasi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Sri Andari.
Masih menurut Andari terserangnya orang kena penyakit gondok ini, sebenarnya tidak sepenuhnya karena kekurangan garam yodium, namun juga bisa diakibatkan karena kurangnya mendapat asupan ikan-ikan laut.
Untuk itu selain terus melakukan sosialisasi penggunaan garam yang mengandung yodium, pihaknya juga mendorong asupan ikan laut bagi masyarakat.
Sementara itu , untuk lebih menggencarkan pemakaian garam beryodium, Dinas kesehatan juga melakukan operasi pasar garam beryodium.
“Ini biasanya dilakukan diseluruh pasar di Sidoarjo. Baik pasar yang termasuk besar maupun yang termasuk kecil,” terangnya.
Dari hasil operasi baru-baru ini, dari 38 merk yang didapat, sebanyak 26 merk kadar yodiumnya terbilang cukup.
Sedangkan 11 merk kadar yodiumnya masih kurang.
‘Produksi garam dari Sidoarjo sudah banyak yang beryodium, dari luar daerah yang kurang,’’ tutup Andari. (Abidin).












