GEDANGAN (kabarsidoarjo.com)- Derasnya teknologi digital baik itu di bidang pertelevisian hingga dunia maya (internet) yang masuk ke Indonesia, lambat laut akan mematikan minat baca bagi generasi muda.
Jika hal ini tidak diantisipasi sejak dini, maka bisa dipastikan generasi muda yang ada, akan semakin meninggalkan pentingnya membaca.

Keprihatinan ini dilontarkan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi Drs H.Muhaimin Iskandar, saat meghadiri peresmian program minat baca library ‘Bagi Buku bagi Ilmu’, di balai Desa Tebel Gedangan, Kamis (17/5/2012).
“Saat ini, banyak generasi muda lebih memilih untuk melihat dan mendengar ilmu pengetahuan, daripada harus membaca ilmu pengetahuan. Ini harus diantisipasi sejak dini dengan gerakan membaca sejak dini,” tutur Muhaimin Iskandar.
Menteri yang juga ketua umum DPP PKB ini menambahkan, ada tiga manfaat yang bisa diambil dari gerakan membaca ini.
Yang pertama adalah bisa mengetahui hidup dan bisa menjalani kehidupan, disusul yang kedua dengan membaca adalah bisa mengenal tokoh dan bisa menteladani tokoh itu, serta yang terakhir dengan membaca bisa menjadi modal hidup.
“Banyak tokoh dunia yang sukses dengan membaca. Bahkan Gus Dur sendiri sejak usia 5 tahun sudah belajar membaca,” terang Muhaimin lagi.
Dalam launching program bait kata library ini, hadir juga Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Drs. Helmy Fhaizal, anggota DPRD dari Propinsi Jawa Timur serta anggota DPRD Sidoarjo dari PKB. (Abidin)












