EKONOMI (kabarsidoarjo.com)- Pentingnya informasi seputar fungsi dan tanggung jawab penjaminan dana nasabah perbankkan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar gathering bersama media di Pullman Hotel Surabaya, Jum’at (16/10/2015) petang.

Pada gathering ini, LPS menegaskan masyarakat perlu tahu, bahwa LPS tidak akan memberikan garansi atau jaminan kepada nasabah asuransi dan lembaga investasi kelolaan perbankan, karena di luar wewenangnya.
Dimas Yudiharto, Direktur Penanganan Klaim LPS menegaskan, LPS hanya menjamin nasabah perbankan yang menggunakan jasa tabungan, deposito, dan giro saja jika bank tersebut dilikuidasi.
“Untuk asuransi dan investasi lain, itu bukan kuasa kami memberikan jaminan keamanan dana para nasabah dari bank yang telah dilikuidasi. Aspek ini sebenarnya wewenang OJK (otoritas Jasa Keuangan). Dan OJK harus memberikan masukan kepada pihak bank agar masyarakat faham bahwa nasabah asuransi milik bank tak dapat jaminan dari LPS,”, terang Dimas disela-sela acara Gathering.
Dimas menambahkan, semenjak LPS berdiri di Tahun 2015, tercatat ada 65 bank yang terdiri dari 1 bank umum yakni bank IFI yang berada di Jakarta dan 64 BPR di seluruh Indonesia yang sudah dicabut ijin usahanya alias dilikuidasi.
Dan progres yang ditunjukkan, 53 Bank rampung dilikuidasi serta 12 bank dalam proses.
Di Jawa Timur, justru posisi bank di propinsi ini cenderung aman.
Seperti halnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR), masih dirasa stabil sebab ekonomi mikro di Jawa Timur masih tumbuh sehat.
“Di Jawa Timur ada 1 BPR yang dilikuidasi, BPR Iswara Artha yang berada di Sidoarjo persisnya ditutup Tahun 2011,” tandas Dimas.
Menurut catatan LPS, BPR di Jatim jumlah rekeningnya mencapai 5.760.941 atau disamakan 49,98 persen dibanding nasional 11.525.976 di tahun 2014. Untuk bank umum atau BPD mencapai 3.983.072 atau 2,48% dibanding nasional mencapai 160.881.757.
Kemudian jumlah simpanan di Jawa Timur masih di Tahun 2014, bank umum atau BPD mencapai 608.65 atau 0,01 persen dibanding nasional yang mencapai 4.168.558.31.
Dan jumlah simpanan BPR di tahun yang sama ada 46.757.98 atau 71,91 persen dibanding simpanan nasional yang berada di angka 4.233.530.34. (Abidin)













