SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)-Selama rentang empat tahun perjalanan pemerintah Kabupaten Sidoarjo dibawah nahkoda H.Saiful Ilah SH.MHum, raihan penghargaan yang yang membuat Kabupaten lain di Jawa Timur merasa keder (tak bernyali), adalah penghargaan Investment Award empat kali berturut-turut yang diraih Kabupaten Sidoarjo, dengan predikat juara umum pada tahun 2014 lalu.

Meskipun konswekensi dari penghargaan beruntun empat kali itu, Kabupaten Sidoarjo mesti libur dulu mendapatkan reward pada tahun 2015 ini, untuk memberikan kesempatan kabupatenlain memperoleh penghargaan serupa.
Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH.MHum mengaku bangga dengan dinobatkannya Kabupaten Sidoarjo sebagai Juara Umum Tingkat Utama penghargaan Investment Award Provinsi Jawa Timur untuk yang keempat kalinya ini.
Hal ini membuktikan bahwa kinerja pelaksanaan pelayanan penanaman modal Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat bagus.
“Karena Sidoarjo sudah empat kali mendapat penghargaan Investmen Award ini, maka dua tahun ke depan kita harus libur dulu,” tutur Bupati Sidoarjo HSaiful Ilah SH.MHum.
Sebenarnya banyak faktor penilaan yang menjadi sebab penghargaan bergensi tersebut kembali diraih Kabupaten Sidoarjo.
Seperti pada infrastruktur dan perijinan di Kabupaten Sidoarjo yang dianggap baik dan mudah, dengan penerapan satu hari proses perijinan selesai, dengan syarat semua persyaratan dipenuhi oleh pemohon.
Semburan Lumpur Bukan Hambatan Investasi
Dalam berbagai kesempatan, H. Saiful Ilah juga mengatakan,diraihnya penghargaan Investment Award Provinsi Jawa Timur tersebut, juga sebagai pembuktian bahwa semburan lumpur Lapindo tidak menghalangi investor berinvestasi di Sidoarjo.
Ia mengatakan, memang pada awal-awal bencana lumpur terjadi, nilai investasi di Kabupaten Sidoarjo sempat merosot.
Hal tersebut disebabkan informasi tentang bencana lumpur yang salah, yang menganggap Kabupaten Sidoarjo tenggelam karena lumpur.
Padahal kenyataannya, area terdampak tidak sampai 1% dari luasan Kabupaten Sidoarjo.
“Bahkan pemberi modal pinjaman seperti Bank takut untuk menucurkan dananya karena menganggap Sidoarjo tidak aman untu berinvestasi,”sampainya.
Dari data yang ada pada Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Sidoarjo, realisasi investasi di Kabupaten Sidoarjo mulai tahun 2010, realisasi investasi sebesar Rp. 4.843.061.501.448 menjadi Rp. 9.317.069.917.627 ditahun 2011.
Di tahun 2012 meningkat lagi menjadi Rp. 15 triliun
Namun ditahun 2013 lalu, nilai investasi menurun menjadi mencapai 10 triliun atau tepatnya Rp. 10.998.321.020.639. (Abidin)












