SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)-Trotoar yang semestinya diperuntukkan bagi pejalan kaki, acap kali dipakai untuk berjualan maupun parkir kendaraan.
Oleh karena itu, Pemkab Sidoarjo mencoba mensosialisasikan penggunaan trotoar yang semestinya kepada masyarakat Sidoarjo melalui kegiatan “Sidoarjo Pedestrian Fun Walk”, Minggu (7/2/2016).

Berbagai yel-yel himbauan penggunaan trotoar yang semestinya dipampangkan dalam kegiatan tersebut.
Himbauan seperti “trotoar bukan tempat parkir” maupun “trotoar dibangun untuk pejalan kaki” diarak memutari jalan di Sidoarjo.
Start pemberangkatan dilakukan Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Drs. Ec. H. Jonathan Judianto M.MT di depan paseban Alun-alun Sidoarjo.
Kemudian peserta Sidoarjo Pedestrian Fun Walk berjalan bersama memutari Jalan Sultan Agung, Jalan Teuku Umar, Jalan Thamrin berlanjut Jalan A. Yani dan kembali ke di Alun-alun Sidoarjo.
Usai memberangkatkan, Pj Bupati Sidoarjo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo ikut serta mensosialisasikan kegiatan tersebut dengan berjalan bersama.
Dalam kesempatan tersebut Pj Bupati Sidoarjo H. Jonathan Judianto berpesan kepada masyarakat untuk menggunakan trotoar sebagaimana fungsinya.
Ia melarang trotoar dipakai untuk berjualan atau parkir kendaraan. Ia mengatakan trotoar dibangun untuk pejalan kaki agar aman dan nyaman berjalan tidak khawatir kendaraan yang berjalan.
“Jangan berjualan diatas trotoar, trotoar bukan tempat berjualan, siap ya,”pintanya kepada masyarakat yang hadir.
Ia juga mengatakan bahwa anggaran untuk membangun maupun memelihara trotoar cukup besar.
Setiap tahun Dinas P.U Bina Marga Sidoarjo berupaya untuk mempercantik trotoar di Sidoarjo.
Oleh karena itu masyarakat Sidoarjo diminta untuk memelihara trotoar-trotoar yang ada. Masyarakat diminta untuk tidak mengotori trotoar maupun memasang reklame seenaknya.( Abidin)














