PORONG (kabarsidoarjo.com)- Memasuki ajaran pendidikan baru 2010-2011, siswa-siswi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif di Desa Jatirejo Kecamatan Porong, masih tetap menumpang di sebuah ruko jalan Raya Porong.
Pasalnya, sekolah mereka sebelumnya, ditenggelamkan oleh lumpur Porong.
Kegiatan belajar mengajar seadanya itu, dikarenakan kondisi tempat sekolahnya sekarang yang tidak layak.
Para murid harus belajar dengan menggunakan tempat duduk seadanya, dan ada pula yang harus bersilah dilantai.
Padahal dulu, tempat sekolah mereka bagus dan teman-temanya masih banyak.
“Sekarang ini saya banyak kehilangan teman, tinggal dua karena banyak yang pindah karena sekolah tempatnya seadanya, ” ujar Sita salah satu siswa MI Ma’arif kelas IV.
Pihak sekolah sendiri, meski tempat pendidikanya dikatakan tidak layak, tapi masih tetap digunakan karena muridnya tersisa 38 anak.
Muhammad Chisom Kepala Sekolah berharap kepada Pemerintah supaya secepatnya merealisasikan proses pembangunan Sekolah untuk para siswa-siswi korban lumpur.
“Kami harus menunggu janji-janji pemerintah atau pihak lapindo saja, tanpa ada realisai, sampai kapan kita harus menunngu, sementara proses belajar mengajar harus berjalan terus, ” harap Chisom. (Arip)












