SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Masa tenang pemilukada yang baru berjalan dua hari, ternyata tidak membuat Panitia Pengawas Pemilukada Sidoarjo kosong kerjaan.
Bahkan Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Sidoarjo pada Jum’at (23/7/2010), mendapatkan laporan tentang dugaan adanya money politic dari Hadi Putranto, Ketua Generasi Muda Sidoarjo (GMS).
Lima orang yang diperiksa Panwaskab adalah Marsimah, Niswati, Pucang Anom, Janitun Naimah, Pucang Anom, Diana dan Devi P, semuanya warga Pucang Anom.
Kelima orang itu, diduga mendapatkan uang pecahan Rp 5000 sejumlah Rp 20 ribu dari Bendahara DPC PAN Iwan Hamzah pada Selasa (20/7/2010) lalu.
”Uang itu diberikan di teras rumah Iwan Hamzah, bersamaan dengan jadwal kampanye,” kata Niswati di kantor Panwaskab Jl Pahlawan, Jumat (23/7).
Tanto saksi pelapor juga diperiksa bersamaan dengan para saksi yang lain.
”Saya diperiksa karena selaku pelapor dan sudah tanda tangan BAP dan proses selanjutnya terserah Panwaskab,” tutur Tanto.
Untuk bersih dalam praktik money politic, Tanto berjanji memberi imbalan Rp 1 juta kepada masyarakat yang bisa menangkap pemberi uang saat coblosan.
Sementara itu, Iwan Hamzah yang ditemui menjelaskan, uang itu bukan money politic karena dirinya bukan termasuk dalam struktur tim pemenangan MIKUL.
”Saya bukan tim pemenangan dan saya bendaraha DPC PAN Sidoarjo. Uang yang kami berikan adalah uang transpor terhadap kader PAN yang kampanye pasangan MIKUL,” kata Iwan.
Dijelaskan Iwan, uang yang diberikan itu pada kordinator kecamatan yang mengerahkan kader untuk kampanye.
Pembagian uang yang dilakukan di rumahnya agar koordinator kecamatan tidak jauh-jauh saat mengambil uang transpor.(Abidin)













