JUANDA (kabarsidoarjo.com)- Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda, kembali melakukan simulasi antisipasi ancaman teror bom.
Simulasi ini pengamanan ini, menggunakan Pesawat Delta Air 058 yang berisi penumpang sebanyak 111 orang yang baru take off.

Diceritakan,pesawat mendapatkan teror dari penelpon gelap, yang akan diledakkan dalam waktu 45 menit.
“Pesawat akan kita ledakankan dalam waktu 45 menit, ancaman ini tidak main-main tolong diperhatikan, ” ujar peneror yang menyampaikan pesannya.
Pihak Delta Air yang mendapati ancaman itu lansung berkordinasi dengan ADM Bandara Juanda dan juga GM Bandara Juanda yang disambung kordinasi dengan pihak ADM dan juga pihak Bandara Singapura.
Setelah berkordinasi dengan semua pihak akhirnya pesawat diputskan untuk kembali mendarat darurat ke Bandara Juanda.
Pihak GM juga berkordinasi dengan pasukan elite TNI AL Kopaska untuk menjinakkan bom yang dimaksud.
Semua unit penyelamatan bersiaga didekat run way 10 landasan terluar yang jauh dari pesawat lainnya, karena pendaratan darurat itu bisa mengakibatkan ban pesawat pecah dan hal-hal yang paling terburuk bisa saja terjadi.
Arjoso Tjatur Direktur Operasional dan Teknik Angkasa Pura I mengatakan, bahwa pada intinya simulasi penanganan penanggulangan gawat darurat terror, sudah cukup baik.
“Semua tim yang melakukan penanganan menghadapi tetor itu sudah bagus dan cukup sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, meskipun belum sempurna, ” ujarnya Kamis (5/8/2010).
Ditambahkanya, bahwa dalam simulasi ini dilakukan minimum sekali dalam satu tahun.
“Ini untuk mengantisipasi ancaman terror yang sebenarnya, agar semua tim paham, fungsi dan tugasnya bila itu terjadi, “ pungkas Arjoso. (Arip)












