SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Bupati Sidoarjo Drs. Win Hendrarso, Msi, mengusulkan kepada pemerintah pusat maupun provinsi, untuk menggagas adanya gerakan tak mengkonsumsi nasi dalam sehari.
Sebagai gantinya, Bupati Win ingin agar seluruh masyarakat bisa menggantinya dengan makan makanan non beras alias diversifikasi pangan.

Ini diungkapkan, sebagai langkah mengantisipasi langka nya pasokan makanan utama yang semakin hari semakin langka.
“Ini kita coba usulkan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat untuk menerapkan gerakan satu hari tidak makan beras,” kata Bupati Win Hendrarso saat membuka lomba Cipta Menu Beragam, Berimbang dan Aman di pendopo kabupaten, Jumat (6/8/2010).
Usulan Bupati Win terkait dengan satu gerakan tersebut dipandang cukup beralasan.
Menurut Bupati Win, ada beberapa indikasi penyebab yang dapat dijadikan landasan gagasan tersebut.
Salah satunya adalah soal jumlah penduduk yang semakin hari semakin meningkat, serta keterbatasan lahan pertanian yang sekarang banyak beralih fungsi menjadi lahan pemukiman/
“Jadi, kita harus berpikir untuk jangka panjang, bagaimana mengelolah kebutuhan pangan kita bersama. Ibaratnya, kebutuhan pangan itu seperti derek hitung, sedang pertumbuhan penduduk seperti derek ukur, jadi ndak akan ketemu,” jelasnya.
Ia mengatakan, gerakan tersebut sama halnya dengan usaha pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke jenis gas. Soal diversifikasi pangan ini pun dianggap sama.
Sehingga, ketika masyarakat mulai ramah dengan makanan jenis non beras, maka kebiasaan tersebut tidak menjadi ketergantungan pada satu komoditi pangan saja.
“Tinggal bagaimana mensosialisasikannya kepada masyarakat untuk mengubah mindset masyarakat tentang konsumsi makanan pokok,” terangnya.
Sementara itu, untuk memasyarakatkan jenis makanan non beras lewat diversifikasi pangan, Pemkab Sidoarjo mencoba untuk mensosialisasikan berbagai temuan olahan makanan baru jenis non beras itu lewat lomba cipta menu beragam, berimbang dan aman.
Diharapkan, dengan cara tersebut, jenis-jenis makanan olahan yang dihasilkan bisa diketahui dan memasyarakat.(Abidin)











